- Argentina menargetkan juara Piala Dunia 2026 berturut-turut, menghadapi Grup J relatif mudah melawan Aljazair, Austria, dan Yordania.
- Fase gugur menghadirkan ancaman serius dari tim kuat Eropa dan Amerika Selatan, memerlukan kedalaman skuad prima.
- Keberhasilan mempertahankan gelar akan menyamai capaian historis Italia dan Brazil, sementara ini mungkin penampilan terakhir Lionel Messi.
Suara.com - Timnas Argentina bersiap mempertahankan mahkota juara di Piala Dunia 2026.
Setelah sukses di Qatar 2022, skuad racikan Lionel Scaloni kini memburu sejarah: juara dua edisi beruntun.
Sorotan utama tentu tertuju pada Lionel Messi, yang berpeluang menjalani Piala Dunia terakhirnya.
Pertanyaan besar pun mengemuka, mampukah Albiceleste mengangkat trofi lagi?
Grup Terlihat Mudah tapi Tak Boleh Lengah
Argentina menjadi unggulan teratas di Grup J bersama Austria, Aljazair, dan Yordania.
Di atas kertas, grup ini relatif menguntungkan bagi Lionel Messi dkk.
Namun sejarah Piala Dunia membuktikan tak ada laga mudah.
Argentina akan membuka fase grup melawan Aljazair, kemudian menghadapi Austria, dan menutup putaran pertama kontra Yordania.
Baca Juga: Striker Brasil Richarlison Ogah Main di Piala Dunia 2026 karena Perang AS-Iran, Begini Faktanya

Format baru 48 tim membuat dua tim teratas serta peringkat ketiga terbaik lolos, tetapi satu kesalahan bisa mengubah jalur secara drastis.
Bagi Argentina konsistensi sejak laga pertama adalah harga mati. Tekanan justru lebih besar karena status sebagai juara bertahan.
Ancaman Berat di Fase Gugur
Ujian sesungguhnya kemungkinan hadir di babak knockout. Jika finis sebagai juara grup, Argentina berpotensi menghadapi runner-up Grup H yang dihuni tim kuat seperti Spanyol atau Uruguay.
Jika hanya menjadi runner-up, tantangannya bisa lebih berat.
Bahkan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik pun bisa mempertemukan mereka dengan kandidat kuat seperti Portugal, Inggris, Belgia, Amerika Serikat, atau Kolombia.