Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda

Galih Prasetyo

Kamis, 05 Maret 2026 | 20:03 WIB
Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Meluas, Pakar Sebut Piala Dunia 2026 Pasti Ditunda
Ilustrasi Donald Trump dan Piala Dunia 2026 [Suara.com]
baca 10 detik
  • Ketegangan geopolitik Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran penundaan Piala Dunia 2026 jika konflik meluas ke Amerika Serikat atau Eropa.
  • Piala Dunia 2026 akan diadakan di AS, Kanada, dan Meksiko, dengan total 104 pertandingan dimulai 98 hari lagi.
  • Penyelenggara AS menegaskan komitmen keamanan, namun penundaan mungkin dipertimbangkan jika konflik Timur Tengah berdampak serius pada logistik global.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Sejumlah pakar menyebut turnamen empat tahunan itu berpotensi ditunda jika konflik meluas hingga Amerika Serikat atau Eropa.

Turnamen yang dijadwalkan dimulai sekitar 98 hari lagi itu rencananya dibuka dengan laga antara Meksiko vs Afrika Selatan di Mexico City.

Total 104 pertandingan akan dimainkan oleh 48 tim peserta di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah mayoritas pertandingan, yakni 78 laga termasuk final. Sementara Kanada dan Meksiko masing-masing menggelar 13 pertandingan.

Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]
Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]

Namun situasi politik memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Ketegangan tersebut memicu serangkaian serangan balasan dan meningkatkan kekhawatiran soal keamanan turnamen.

Federasi sepak bola Iran bahkan sempat memberi sinyal pesimistis terkait partisipasi mereka.

“Yang pasti, setelah serangan ini kami tidak bisa lagi menatap Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujar presiden federasi sepak bola Iran.

baca juga

Tim nasional Iran sendiri dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan terkait keamanan dan kebijakan perjalanan bagi warga Iran.

Sementara itu CEO United States Soccer Federation, JT Batson, menegaskan komitmen penyelenggara terhadap keamanan turnamen.

“Presiden FIFA Gianni Infantino telah menyampaikan niat untuk menghadirkan Piala Dunia yang aman dan semua tim dapat berpartisipasi. Kami tentu mendukung sepenuhnya hal tersebut,” kata Batson kepada Sky News.

Meski demikian, kemungkinan penundaan tetap menjadi topik diskusi jika konflik semakin meluas. Profesor Simon Chadwick menilai skenario tersebut kecil, tetapi bukan mustahil.

“Dengan hanya tiga bulan tersisa menuju Piala Dunia, penundaan ke tahun depan sangat tidak mungkin. Secara logistik, ekonomi, dan politik, menjadwal ulang acara sebesar ini akan sangat sulit,” ujar Chadwick.

Ia menambahkan bahwa turnamen kemungkinan tetap berjalan jika konflik terbatas di Timur Tengah.

“Namun jika serangan meluas ke Eropa atau Amerika Utara, situasinya akan menjadi jauh lebih serius dan mungkin memaksa FIFA mempertimbangkan alternatif,” katanya.

Chadwick juga menyinggung kemungkinan gangguan pada perjalanan udara atau pasokan energi global.

Menurutnya, faktor-faktor tersebut bisa memengaruhi keputusan akhir penyelenggara.

Meski demikian, ia memperkirakan pemerintahan Donald Trump akan menentang keras wacana penundaan.

“Penjadwalan ulang kemungkinan akan dianggap sebagai bentuk menyerah,” ujarnya.

Kontributor: Azka Putra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran

Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda

Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:48 WIB

Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta

Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta

Foto | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB

Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:42 WIB

Terkini

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

×