Maarten Paes Ungkap Kisah Pilu Keluarganya di Indonesia ke Media Belanda

Arief Apriadi

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:53 WIB
Maarten Paes Ungkap Kisah Pilu Keluarganya di Indonesia ke Media Belanda
Kiper Timnas Maarten Paes ungkap kisah kelam neneknya di Indonesia saat Perang Dunia II kepada media Belanda. Ini alasan emosional di balik naturalisasinya. (Instagram/@maartenpaes)
baca 10 detik
  • Maarten Paes mengungkapkan kepada media Belanda bahwa alasan naturalisasinya adalah kisah kelam neneknya di Indonesia.
  • Neneknya mengalami trauma Perang Dunia II, kehilangan ibunya, dan hidup terpisah dari orang tua di kamp penampungan.
  • Keputusannya menjadi WNI adalah sebuah penghormatan untuk sang nenek, yang meninggal sebelum sempat melihat debutnya.

Suara.com - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, secara terbuka membagikan kisah kelam keluarganya kepada Media Belanda.

Pengalaman pahit yang menimpa mendiang neneknya di masa lalu menjadi alasan utama di balik keputusannya menjadi Warga Negara Indonesia.

Cerita pilu dari sang nenek yang penuh dengan sejarah kelam tersebut akhirnya diungkapkan oleh Maarten Paes sebagai motivasi utamanya membela Timnas Indonesia.

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif bersama kanal resmi klubnya, kiper berpostur jangkung ini membeberkan koneksi batin yang ia miliki dengan Tanah Air.

Ia menceritakan bahwa neneknya merupakan perempuan kelahiran Indonesia yang harus merasakan kejamnya gejolak dunia pada masanya.

"Nenek saya lahir di sana," kata Maarten Paes kepada Voetbal Primeur dikutip pada Rabu (11/3/2026).

"Dia mengalami Perang Dunia Kedua di sana. Dia kehilangan ibunya di usia yang sangat muda. Pria dan wanita dipisahkan saat itu, jadi dia tinggal di sana tanpa orang tuanya untuk waktu yang cukup lama."

Perjalanan hidup yang teramat berat tersebut terus terpatri dalam ingatan keluarga mereka, bahkan setelah sang nenek berhasil hijrah ke Belanda.

"Setelah perang, saya pikir setelah lima tahun, mereka datang ke Belanda dengan perahu. Dia sebenarnya membawa budaya itu kepada saya sejak usia muda."

baca juga

Momen untuk menebus sejarah kelam itu akhirnya tiba ketika tawaran proses naturalisasi datang di masa-masa senja kehidupan sang nenek.

"Ketika dia mendekati ajalnya di tahun-tahun terakhirnya, saya pikir itu adalah momen yang baik ketika mereka (PSSI) mendekati saya lagi. Saat itulah saya akhirnya memutuskan untuk melakukannya," jelas Paes.

Keputusan besar ini ia ambil sebagai sebuah persembahan kehormatan tertinggi bagi perempuan yang sangat ia cintai.

"Itu adalah sebuah kehormatan besar untuknya."

Kenangan paling berharga bagi Paes adalah ketika ia menghabiskan waktu bersama sang nenek untuk belajar tentang pilar kebangsaan Indonesia.

"Kami belajar lagu kebangsaan bersama, kami belajar Pancasila bersama, yang merupakan lima aturan utama di Indonesia."

Namun, takdir berkata lain, sang nenek mengembuskan napas terakhirnya tepat sebelum bisa menyaksikan cucu kesayangannya berseragam Merah Putih.

"Dia meninggal dunia tepat sebelum dia bisa melihat debut saya, yang mana itu sangat disayangkan."

Meski raga telah tiada, semangat dan kisah perjuangan neneknya akan selalu hidup dalam setiap detik kariernya di atas lapangan.

"Setiap kali lagu kebangsaan diputar, saya terutama memikirkan dia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elkan Baggott Dua Tahun Absen, Timnas Indonesia Sudah Tambah 16 Pemain Naturalisasi

Elkan Baggott Dua Tahun Absen, Timnas Indonesia Sudah Tambah 16 Pemain Naturalisasi

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:41 WIB

Kegilaan Persija Jakarta,14 Pemainnya Dipanggil Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

Kegilaan Persija Jakarta,14 Pemainnya Dipanggil Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:36 WIB

Siapa Rafael Van der Vaart? Legenda Belanda yang Marahi Maarten Paes, Punya Anak Berdarah Indonesia

Siapa Rafael Van der Vaart? Legenda Belanda yang Marahi Maarten Paes, Punya Anak Berdarah Indonesia

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06 WIB

Maarten Paes Disuruh Pulang ke Amerika oleh Legenda Belanda, Ada Apa?

Maarten Paes Disuruh Pulang ke Amerika oleh Legenda Belanda, Ada Apa?

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47 WIB

Bukan Sekadar Clean Sheet: Alasan Teja Paku Alam Kalah Saing di Timnas Indonesia Era John Herdman

Bukan Sekadar Clean Sheet: Alasan Teja Paku Alam Kalah Saing di Timnas Indonesia Era John Herdman

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44 WIB

Terkini

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:52 WIB

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:51 WIB

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

×