- Frans Putros menanggapi dengan bijak rumor yang menyebut Timnas Irak diuntungkan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 akibat memanasnya konflik geopolitik.
- Sang bek andalan Persib tersebut menolak berspekulasi dan menyatakan bahwa federasi Irak terus menjalin komunikasi dengan FIFA terkait jadwal laga.
- Nasib pertandingan play-off Timnas Irak di Meksiko pada akhir bulan Maret mendatang masih belum pasti karena situasi perang di Timur Tengah.
Suara.com - Bek tangguh Persib Bandung yakni Frans Putros akhirnya memberikan pandangan bijaknya terkait situasi rumit yang tengah dihadapi Timnas Irak jelang putaran final Piala Dunia 2026.
Eskalasi konflik bersenjata dalam Perang AS-Iran rupanya membawa dampak domino yang sangat besar terhadap stabilitas nasib perwakilan negara-negara Timur Tengah di pentas sepak bola global.
Banyak pihak berspekulasi bahwa potensi mundurnya negara tetangga akibat krisis keamanan tersebut justru bisa menjadi sebuah keuntungan instan bagi negaranya untuk lolos secara otomatis.
Saat ini, penggawa lini belakang skuad Maung Bandung itu masih sabar menunggu arahan dan kepastian resmi dari otoritas tertinggi sepak bola dunia terkait kelanjutan fase play-off.
Rencananya, skuad Singa Mesopotamia dijadwalkan akan bertarung pada laga krusial tanggal 31 Maret mendatang di Meksiko melawan pemenang antara duel negara Suriname kontra Bolivia.
Menanggapi rumor liar yang beredar luas di kalangan penggemar, sang pemain memberikan sebuah pernyataan resmi yang sangat mencerminkan kedewasaannya sebagai seorang pesepak bola profesional.
"Ya, seperti yang Anda ketahui, sekarang ada perang di Timur Tengah dan banyak negara terdampak oleh perang tersebut," kata Frans Putros.
Dinamika politik yang berubah sangat cepat setiap harinya membuat status pertandingan kualifikasi krusial tersebut menjadi sebuah tanda tanya besar bagi semua pihak yang terlibat.
"Saya pikir saat ini berita terbaru yang saya ketahui masih belum pasti apa yang akan terjadi dengan play-off, apa yang akan terjadi dengan Iran dan sebagainya," ujar Putros.
Pihak federasi sepak bola negaranya dikabarkan terus menjalin jalur komunikasi yang sangat intensif dengan pihak penyelenggara turnamen untuk memantau situasi keamanan terkini.
"Kami tidak tahu banyak. Satu-satunya hal yang kami tahu adalah federasi sedang berbicara dengan FIFA dan kami menunggu apa yang akan terjadi," jelas Putros.
Berbekal kemudahan teknologi komunikasi modern, ia juga rutin bertukar informasi dengan jajaran staf kepelatihan serta rekan-rekan setimnya yang berada di tim nasional.
"Ya, saya berbicara dengan staf tim. Kami juga memiliki grup dengan para pemain dan semuanya. Saat ini tidak banyak berita. Saya pikir kami masih akan memainkan pertandingan play-off di Meksiko," kata sang gelandang.
Harapan terbesarnya pada momen krisis saat ini adalah pertandingan play-off yang sudah di depan mata tetap bisa diselenggarakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Itu situasinya sekarang, tetapi bisa saja berubah dan setiap hari situasinya berubah, jadi kami tidak tahu pasti," tegas Putros.
Rumor liar semakin tak terbendung setelah Menteri Olahraga Iran yakni Ahmad Donyamali melempar sebuah isyarat kuat bahwa pemerintahnya tengah mempertimbangkan untuk menarik keikutsertaan tim nasional mereka.
Potensi mundurnya salah satu kekuatan raksasa sepak bola Asia tersebut jelas memicu perdebatan panas mengenai siapa negara yang paling layak menggantikan posisi mereka di putaran final.
Namun, alih-alih merasa sangat diuntungkan oleh krisis mematikan yang tengah menimpa negara tetangganya, palang pintu andalan tersebut justru menolak mentah-mentah untuk berspekulasi lebih jauh.
"Saya tidak tahu. Ada yang mengatakan iya, ada juga yang mengatakan tidak. Kami tidak tahu. Pada akhirnya FIFA yang akan membuat keputusan tersebut," pungkasnya.
Kontributor : Rahman