- Gabriele Gravina resmi mengundurkan diri sebagai Presiden FIGC di Roma menyusul kegagalan Timnas Italia lolos Piala Dunia 2026.
- Italia gagal melaju ke putaran final setelah kalah adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada babak final play-off kualifikasi.
- FIGC menjadwalkan pemilihan presiden baru pada 22 Juni 2026, sementara Gravina akan melaporkan kondisi sepak bola kepada parlemen.
Suara.com - Gabriele Gravina resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia setelah Timnas Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Dikutip dari laman resmi federasi, Gravina mengumumkan keputusan tersebut dalam pertemuan yang digelar di markas besar FIGC di Roma pada Kamis waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan pengunduran dirinya di hadapan sejumlah perwakilan kompetisi, termasuk dari Serie A Ezio Maria Simonelli dan Serie B Paolo Bedin.
Gravina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen federasi atas dukungan yang diberikan selama masa kepemimpinannya, baik secara publik maupun pribadi.
Selain itu, ia menyatakan kesediaannya untuk hadir pada 8 April 2026 di hadapan Komite VII Bidang Kebudayaan, Sains, dan Pendidikan parlemen Italia untuk memberikan laporan terkait kondisi sepak bola nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gravina akan memaparkan secara komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan sepak bola Italia, termasuk berbagai isu yang sebelumnya dibahas dalam konferensi pers usai laga tim nasional di Zenica pada Selasa (31/3/2026).
Selanjutnya, FIGC dijadwalkan menggelar pemilihan presiden baru pada 22 Juni 2026 untuk menentukan pengganti Gravina.
Keputusan mundur ini tidak lepas dari kegagalan Timnas Italia yang kembali absen di Piala Dunia. Italia dipastikan gagal lolos ke edisi 2026 setelah disingkirkan Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti pada final play-off Kualifikasi zona Eropa.
Kegagalan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Italia setelah sebelumnya juga tidak tampil pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
(Antara)