- Striker naturalisasi seperti Rafael Struick, Jens Raven, dan Mauro Zijlstra minim menit bermain di klub Liga 1 musim 2025-2026.
- Kurangnya waktu bermain ketiga pemain tersebut di klub masing-masing menjadi perhatian serius karena menghambat perkembangan kualitas mereka di lapangan.
- Situasi ini berpotensi merugikan Timnas Indonesia yang sedang sangat membutuhkan penyerang tajam untuk memenuhi kebutuhan lini depan tim nasional.
Suara.com - Fenomena unik terjadi pada striker naturalisasi di Super League 2025-2026 musim ini.
Alih-alih bersinar, beberapa pemain justru minim menit bermain di klub masing-masing.
Padahal, posisi striker sedang sangat dibutuhkan oleh Timnas Indonesia.
Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat.
Salah satu nama yang jadi sorotan adalah Rafael Struick.
Ia direkrut Dewa United pada Juli 2025 dengan ekspektasi tinggi.
Namun, performanya belum maksimal dan menit bermainnya terbatas.
Struick hanya tampil 16 kali dengan total 498 menit, mencetak 1 gol dan 1 assist.
Menariknya, Struick juga aktif sebagai konten kreator di YouTube.
Hal ini membuatnya semakin berbeda dibanding striker lainnya.
Meski begitu, kontribusinya di lapangan masih perlu ditingkatkan.
Terutama untuk membuktikan kualitas sebagai ujung tombak Timnas.
Nama berikutnya adalah Jens Raven yang bermain untuk Bali United.
Striker muda ini diharapkan berkembang pesat setelah pindah ke Indonesia.
Namun, ia hanya mencatatkan 305 menit dari 18 pertandingan.