- Seminar Play for Peace di Universitas Indonesia menandai peluncuran Liga Universitas Coca-Cola 2026 yang fokus pada kesehatan mental.
- Liga ini melibatkan 15 perguruan tinggi di Jakarta dan Bandung dengan total 98 pertandingan selama 18 April-17 Agustus 2026.
- Kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional ini bertujuan membangun karakter serta perdamaian global melalui kompetisi sepak bola mahasiswa.
Suara.com - Seminar Play for Peace resmi menjadi titik awal alias kick-off bergulirnya Liga Universitas Coca-Cola 2026 atau Uni League. Kegiatan ini digelar di Gedung IASTH Lt. 5, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menandai kolaborasi besar antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi internasional, dan sektor swasta dalam mendorong penguatan kesehatan mental generasi muda melalui olahraga.
Liga Universitas Coca-Cola 2026 akan melibatkan 15 perguruan tinggi dengan total 98 pertandingan yang digelar di dua regional, yakni Jakarta dan Bandung. Ajang ini dimulai pada 18 April hingga 17 Agustus 2026.
Nantinya, delapan akan tanding di regional Jakarta serta tujuh tim regional Bandung.
Untuk regional Jakarta akan diselenggarakan di Stadion Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Indonesia.
Sementara untuk regional Bandung digelar di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia dan Stadion Institut Teknologi Bandung Jatinangor.
Head of UN Youth Office & Assistant Secretary-General for Youth Affairs, Felipe Paullier, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari upaya global dalam memperhatikan kesehatan mental anak muda.

“UN Youth sangat mendukung rangkaian seminar Play for Peace menuju Liga Universitas Coca-Cola 2026. Ini sangat penting untuk membahas bagaimana kita mengatasi kesehatan mental dalam kehidupan anak muda, termasuk menghadapi tekanan,"
"Sepak bola memiliki peran spesial dalam membantu mental health generasi muda. Lewat Liga Universitas, kita ingin menghadirkan kedamaian dalam hati. One game, one world,” ujar Felipe dalam keterangannya.
Dukungan kuat juga datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, yang menilai sepak bola sebagai ruang pembelajaran kehidupan yang utuh.
“Sepak bola adalah tempat kita belajar tentang perjuangan tanpa henti, kerja sama, hingga bangkit dari kekalahan. Dari sana kita juga belajar mengelola tekanan, termasuk menjaga kesehatan mental,” kata Erick.
Ia menambahkan, Liga Universitas Coca-Cola 2026 menjadi langkah maju dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kolaboratif, terlebih dengan dukungan dari komunitas global.
“Melalui semangat play for peace dan football for mental health, olahraga menjadi medium untuk membangun empati, memperkuat karakter, serta saling menguatkan di tengah dinamika kehidupan generasi muda,” lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran kampus sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus menjadi ruang membangun kepemimpinan, kerja sama, dan semangat kebersamaan. Play for Peace dan Liga Universitas Coca-Cola merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem kampus,” kata Brian.
“Sepak bola mengajarkan disiplin, sportivitas, dan persatuan, nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tambahnya.
Dari perspektif diplomasi, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, R. Heru Hartanto Subolo, menilai Uni League sebagai platform strategis yang menghubungkan peran pemuda dengan upaya perdamaian global.
“Ini merupakan platform strategis, tidak hanya menghubungkan kebijakan dan praktik, tetapi juga memperkuat peran pemuda dalam perdamaian. Pemuda adalah unsur penting dalam pembangunan, dengan semangat kolaborasi yang tinggi. Melalui olahraga, kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda,” ungkap Heru.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga merupakan bagian dari soft power diplomacy Indonesia.
“Melalui pemuda, perdamaian dapat diciptakan. Ini menjadi bagian dari diplomasi lunak Indonesia, dan kami tentu mendukung penuh kolaborasi seperti ini,” lanjutnya.
Dari sektor swasta, Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui sepak bola.
“Sepak bola adalah bagian penting dari kehidupan anak muda Indonesia. Kami melihat ini sebagai platform yang sangat relevan untuk membangun karakter bangsa, mulai dari ketahanan, fokus, hingga kemampuan bangkit dari kegagalan,” tegasnya.
“Kami telah hampir 100 tahun hadir di Indonesia, dan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus berkontribusi membangun generasi muda dan masa depan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menyebut bahwa Liga Universitas Coca-Cola merupakan bagian dari pembinaan di level universitas yang menitikberatkan pada pembangunan manusia secara menyeluruh.
“Kita mulai dengan tema global mental health. Jadi bukan hanya soal prestasi, tetapi pembangunan manusia terlebih dahulu. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penggerak perubahan,” ungkap Tisha.
Daftar Tim Peserta Liga Universitas Coca-Cola 2026:
Regional Jakarta (Stadion Universitas Indonesia dan Stadion UMJ)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Universitas Indonesia
Universitas Pakuan Bogor
Universitas Kristen Indonesia
Universitas Negeri Jakarta
Universitas Borobudur
Universitas Darma Persada
Regional Bandung (Stadion UPI dan Stadion ITB Jatinangor)
Institut Teknologi Bandung
UIN SSC
Universitas Padjajaran
STKIP Pasundan
UIN Sunan Gunung Djati
Universitas Pendidikan Indonesia
Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon