- Johnny Jansen secara terbuka menyesali kegagalannya membawa Eliano Reijnders ke skuad Bali United pada awal musim kompetisi Super League 2025/2026.
- Eliano yang punya sejarah kedekatan dengan Jansen di PEC Zwolle, lebih memilih gabung Persib dan sukses mencatatkan 22 laga serta dua assist.
- Meski gagal reuni, Jansen tetap profesional dan mendukung keputusan Eliano sebagai langkah berani untuk mencari petualangan baru di luar Belanda.
Suara.com - Kegagalan merekrut pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Eliano Reijnders pada awal musim Super League 2025/2026 rupanya masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi pelatih Bali United, Johnny Jansen.
Rasa penyesalan tersebut semakin memuncak ketika melihat sang bek sayap andalan Timnas Indonesia itu kini justru tampil bersinar dan menjadi pilar penting bagi skuad rival, Persib Bandung.
Performa impresif Eliano yang sukses mencatatkan 22 penampilan serta menyumbang dua assist di kompetisi domestik membuktikan bahwa kualitasnya sangat dibutuhkan oleh klub-klub papan atas tanah air.
Kandasnya Misi Reuni PEC Zwolle
![Pelatih Bali United, Johnny Jansen, blak-blakan mengaku sempat merayu mantan anak asuhnya, Eliano Reijnders, sebelum sang pemain akhirnya lebih memilih gabung Persib Bandung. [Suara.com/Arief Apriadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/35117-eliano-reijnders.jpg)
Ambisi kubu Serdadu Tridatu untuk mendaratkan pemain berdarah Maluku itu sebenarnya bukan tanpa alasan teknis yang kuat.
Johnny Jansen diketahui memiliki kedekatan personal dan sejarah panjang bersama Eliano saat keduanya masih bernaung di bawah panji klub Liga Belanda, PEC Zwolle.
Hubungan masa lalu yang harmonis tersebut membuat komunikasi antara pelatih dan pemain berjalan sangat intens selama masa pendekatan pra-musim.
Sang juru taktik secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya telah melakukan upaya maksimal untuk merayu mantan anak asuhnya itu agar bersedia terbang ke Pulau Dewata.
“Saya sebenarnya ingin membawanya ke Bali United, tetapi dia memilih bergabung dengan Persib," kata Johnny kepada awak media.
Restu Juru Taktik untuk Petualangan Baru
Walaupun tawarannya ditolak, pelatih berpaspor Belanda ini tetap bersikap profesional dengan menghargai jalan karier yang dipilih oleh pemain berusia 25 tahun tersebut.
Keputusan berani Eliano untuk menerima pinangan skuad Maung Bandung terbukti menjadi langkah jitu dalam mempertahankan ritme kompetitifnya.
Kini, publik sepak bola nasional bisa menyaksikan kualitas permainan Eliano yang sangat stabil di sektor sayap kanan klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Jansen pun tidak segan memberikan apresiasi atas adaptasi cepat mantan anak asuhnya itu di iklim sepak bola Asia Tenggara.
“Menurut saya, itu pilihan yang bagus karena ini adalah petualangan baru baginya. Dia bisa belajar dari pengalaman tersebut,” jelasnya.
Latar Belakang Eksodus Pemain Keturunan
Gelombang kedatangan pemain naturalisasi berlabel tim nasional ke kompetisi Super League belakangan ini memang sukses meningkatkan nilai jual dan kualitas liga secara drastis.
Kehadiran sosok sekaliber Eliano memicu persaingan sengit antar klub elite seperti Persib Bandung dan Bali United di meja negosiasi bursa transfer.
Jansen menyadari bahwa anak didiknya itu sejatinya masih memiliki kapasitas teknis yang sangat mumpuni untuk bersaing di benua biru sebelum akhirnya mendarat di Indonesia.
“Meskipun dia sebenarnya bisa bermain di level yang lebih tinggi di Belanda, saya tetap melihat itu sebagai pilihan yang baik,” pungkas juru taktik asal Belanda itu.