-
John Herdman memanggil 23 pemain untuk TC Piala AFF 2026 di Jakarta akhir Mei.
-
Empat pemain debutan tanpa pengalaman senior resmi bergabung untuk memperkuat komposisi skuad Garuda.
-
Pemusatan latihan ini bertujuan untuk regenerasi tim dan seleksi akhir skuad utama Indonesia.
Suara.com - Pelatih John Herdman melakukan langkah berani dengan memasukkan empat nama baru tanpa pengalaman internasional ke skuad senior.
Langkah ini diambil demi mempercepat proses regenerasi kekuatan Timnas Indonesia menyongsong gelaran Piala AFF 2026 mendatang.
Total terdapat 23 pemain yang mendapatkan panggilan resmi untuk mengikuti agenda pemusatan latihan di ibu kota.

Terobosan ini dianggap sebagai angin segar bagi para pemain liga domestik yang menunjukkan performa konsisten.
Fokus utama pemanggilan ini adalah melihat kesiapan mental para debutan saat bersaing di level tertinggi.
Empat sosok yang menjadi pusat perhatian publik adalah Alfharezzi Buffon, Rizky Eka, Eksel Runtukahu, dan Fajar Fathur.
![Bek sayap kanan Borneo FC, Fajar Fathurrahman (kanan) berebut bola dengan pemain Bali United dalam laga perebutan tempat ketiga BRI Liga 1 2023-2024 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kamis (30/5/2024) malam WIB. [Dok. Borneo FC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/30/85479-borneo-fc-vs-bali-united-fajar-fathurrahman.jpg)
Keempat talenta tersebut diketahui belum pernah sekalipun mencatatkan menit bermain bersama tim nasional level senior.
Kehadiran mereka memberikan sinyal bahwa John Herdman sangat terbuka terhadap potensi pemain baru yang progresif.
Publik menantikan bagaimana para pemain ini mampu beradaptasi dengan taktik yang diterapkan oleh pelatih kepala.
Alfharezzi Buffon sendiri sebenarnya bukan sosok asing di kancah sepak bola kelompok umur nasional.
Tercatat Buffon sudah mengantongi 15 penampilan bersama U-20 dan 5 kali memperkuat tim U-23.
Berbeda dengan Buffon, Rizky Eka Pratama dan Eksel Runtukahu datang dengan status yang benar-benar bersih.
Keduanya tidak memiliki catatan riwayat bertanding di level tim nasional kelompok umur maupun senior.
Situasi ini menjadikan posisi mereka sebagai debutan murni menjadi daya tarik utama dalam latihan nanti.
Fajar Fathur Rahman juga masuk dalam radar tim pelatih meski catatan penampilannya masih tergolong sangat minim.
Meski minim jam terbang internasional, potensi teknis mereka dianggap layak untuk diuji di level yang lebih berat.
Pemusatan latihan ini akan menjadi panggung krusial bagi mereka untuk membuktikan kualitas di depan staf pelatih.
Jika mampu tampil menawan, peluang untuk menembus skuad utama Piala AFF 2026 terbuka sangat lebar.
Herdman ingin memastikan bahwa setiap posisi memiliki kompetisi yang sehat antara pemain lama dan baru.
Adaptasi cepat terhadap filosofi permainan menjadi syarat mutlak bagi para pemain yang baru bergabung ini.
Rangkaian kegiatan pemusatan latihan atau TC ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta mulai akhir Mei.
Tepatnya, seluruh pemain terpilih akan berkumpul dan berlatih pada tanggal 26 hingga 30 Mei 2026.
Selain menguji pemain baru, Herdman tetap memanggil sejumlah pilar lama untuk menjaga stabilitas mental tim.
Kombinasi antara kematangan pemain senior dan ambisi pemain muda diharapkan menciptakan harmonisasi taktik yang solid.
Momen pemusatan latihan singkat ini harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum memasuki fase turnamen yang padat.
Dukungan suporter sangat diharapkan untuk memberikan motivasi tambahan bagi para penggawa Garuda yang sedang berproses.
Keberhasilan regenerasi ini akan menentukan sejauh mana Timnas Indonesia bisa berbicara banyak di kancah Asia Tenggara.
Staf pelatih akan melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap individu selama masa persiapan singkat di Jakarta.
Setiap sesi latihan akan menjadi tolok ukur kelayakan pemain untuk terus berseragam Merah Putih di masa depan.
Inilah awal dari perjalanan panjang misi ambisius Indonesia untuk meraih supremasi tertinggi di Piala AFF.
Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 dimulai dengan seleksi ketat melalui pemusatan latihan intensif.
Pelatih John Herdman berusaha mencari komposisi terbaik dengan memadukan unsur pengalaman dan bakat muda potensial dari kompetisi domestik.
Agenda di Jakarta ini merupakan langkah awal strategis untuk membangun kerangka tim yang kompetitif sebelum menghadapi lawan-lawan tangguh di kawasan regional.