- Amerika Serikat meningkatkan pengamanan untuk 78 pertandingan Piala Dunia 2026 di 11 kota akibat meningkatnya ancaman terorisme global.
- Pihak berwenang fokus memitigasi risiko serangan dari ekstremis lokal, serangan drone, hingga ancaman siber selama turnamen berlangsung nantinya.
- Pemerintah AS mengalokasikan anggaran 625 juta dolar serta melibatkan instansi federal untuk mengamankan turnamen berskala besar tersebut.
Selain ancaman fisik, para pakar juga menyoroti risiko serangan drone hingga serangan siber.
Menurut mantan agen CIA dan FBI Tracy Walder, perkembangan teknologi membuat ancaman modern jauh lebih sulit dideteksi dibanding era sebelumnya.
“Kita hidup dalam lingkungan ancaman tinggi saat ini. Hanya butuh sedikit orang untuk menciptakan kerusakan besar,” ujar Walder.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga akan dimainkan di wilayah AS.