-
Persib Bandung resmi mengunci gelar juara Super League 2025-2026 setelah menahan imbang Persijap Jepara.
-
Thom Haye langsung mencicipi gelar juara bergengsi pada musim pertamanya berkarier di sepak bola Indonesia.
-
Maung Bandung menorehkan rekor fantastis dengan tidak pernah terkalahkan di kandang sepanjang musim kompetisi.
Suara.com - Persib Bandung sukses mengamankan takhta tertinggi sepak bola tanah air setelah menyudahi kompetisi dengan drama yang mendebarkan. Kepastian gelar ini diraih pasca laga penutup pekan ke-34 menghadapi Persijap Jepara berakhir tanpa gol.
Sebuah poin dari hasil imbang sejatinya sudah lebih dari cukup untuk membuat Maung Bandung bertengger di puncak klasemen. Kedigdayaan catatan head to head atas Borneo FC menjadi garansi mutlak bagi armada Bandung untuk mengunci trofi.
Mentalitas pemenang ditunjukkan skuad asuhan Pangeran Biru dengan tidak memilih bermain aman di hadapan publik sendiri. Sepanjang dua babak berjalan, intensitas serangan tinggi terus dilancarkan demi memburu kemenangan sempurna di hadapan Bobotoh.
![Thom Haye optimistis Persib Bandung bisa mengalahkan Persija Jakarta demi menjaga peluang juara BRI Super League 2025/2026. [Dok. IG Thom Haye]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/35927-thom-haye.jpg)
Ketegangan di area teknis sempat memuncak karena penyelesaian akhir yang buntu hingga peluit panjang ditiupkan wasit. Berulang kali peluang emas tercipta di mulut gawang lawan, namun papan skor tetap tidak bergeming.
Bagi jenderal lapangan tengah Thom Haye, pencapaian luar biasa ini terasa sangat emosional sekaligus mencatatkan sejarah baru. Legiun asing tersebut langsung merasakan atmosfer mengangkat piala pada musim perdananya merumput di kompetisi Indonesia.
Aktor lini tengah timnas ini mengungkapkan bahwa timnya sama sekali tidak mengincar hasil aman sejak awal laga dimulai. Hasrat untuk mempersembahkan kemenangan penutup membuat seluruh pemain tampil menekan tanpa memberikan ruang bagi lawan.
Kendati target poin penuh meleset, determinasi tinggi yang ditunjukkan sepanjang musim menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Haye tidak menampik adanya riak ketegangan yang sempat melanda internal tim akibat kebuntuan lini depan.
![Gelandang Persib, Thom Haye dikawal ketat pemain Malut United. [Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/07/51509-thom-haye.jpg)
"Kami tahu kami bisa bermain imbang, tapi kami saling bilang bahwa kami ingin menang."
Mantan penggawa Almere City tersebut bahkan merasa tidak percaya dengan ketidakberuntungan lini serang timnya dalam mengonversi peluang. Dominasi mutlak di lapangan hijau gagal berbuah selebrasi gol akibat rapatnya barisan pertahanan musuh.
"Saya tidak tahu kenapa kami tidak menang. Menurutku kami menembak 20 kali. Tapi di akhir pertandingan tetap menegangkan karena skornya nol."
Rasa frustrasi akibat kegagalan mencetak gol seketika menguap begitu kepastian gelar juara berada di tangan mereka. Perjuangan melelahkan sepanjang musim terbayar lunas dengan suka cita perayaan gelar yang sudah dinantikan.
Pemain naturalisasi andalan Indonesia ini menegaskan bahwa kesiapan mental rekan-rekannya sudah terbentuk jauh sebelum laga final ini digelar. Evaluasi matang dan rasa saling percaya antar-lini menjadi pondasi utama yang membuat tim begitu disegani.
Keberhasilan merengkuh trofi kasta tertinggi ini kian sempurna dengan catatan rekor yang sangat impresif. Maung Bandung menasbihkan diri sebagai tim yang memiliki benteng pertahanan paling angker bagi tim tamu.
Sepanjang pergelaran kompetisi musim ini berjalan, tidak ada satu pun klub yang mampu mencuri poin penuh dari markas Persib. Skuad kebanggaan Jawa Barat ini sukses mengamankan 15 kali kemenangan dan hanya dua kali ditahan imbang di kandang.
Secara akumulatif, performa impresif tim juara ini hanya ternoda oleh tiga kekalahan dari total 34 pertandingan. Catatan superior tersebut menegaskan kelayakan mereka berdiri di podium tertinggi sepak bola nasional.
Konteks persaingan ketat musim ini memperlihatkan bagaimana Persib harus bersaing ketat dengan Borneo FC hingga pekan terakhir. Konsistensi performa di laga-laga krusial menjadi pembeda utama yang mengantarkan piala ke Kota Kembang.