- Pelatih Mauricio Souza memberikan sinyal positif untuk bertahan di Persija Jakarta setelah melakukan komunikasi intensif dengan manajemen klub.
- Persija Jakarta berhasil mengakhiri kompetisi Super League musim 2025/2026 di peringkat ketiga usai menang melawan Semen Padang FC.
- Mauricio Souza menyatakan kesiapan melakukan evaluasi terkait hilangnya poin penting saat pertandingan kandang sepanjang musim kompetisi lalu.
Suara.com - Masa depan kursi kepelatihan Persija Jakarta perlahan mulai menemui titik terang setelah juru taktik asal Brasil, Mauricio Souza, memberi sinyal kuat untuk bertahan.
Rumor mengenai perpanjangan kontrak Mauricio Souza memang menjadi salah satu topik hangat usai kompetisi Super League musim ini berakhir.
Spekulasi tersebut muncul setelah Souza sukses membawa Persija bersaing konsisten di papan atas klasemen hingga pekan terakhir kompetisi.
Mauricio Souza dan Persija Saling Tertarik

Teka-teki masa depan sang pelatih mulai terjawab lewat pernyataannya dalam sesi konferensi pers usai laga penutup musim.
"Sesuatu yang bisa saya katakan adalah ada ketertarikan dari klub agar saya tetap bertahan dan saya pun memiliki ketertarikan yang sama," kata Mauricio Souza.
Pernyataan itu disampaikan usai Persija menang atas Semen Padang FC di Jakarta International Stadium, Sabtu lalu.
Mauricio mengakui komunikasi dengan manajemen klub berjalan positif. Namun, masih ada beberapa poin dalam kontrak yang perlu disepakati sebelum diumumkan secara resmi.
"Saya yakin hal itu akan terjadi besok atau lusa," ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa pengumuman kontrak baru Mauricio Souza hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi.
Persija Tutup Musim di Peringkat Ketiga
Jika negosiasi berjalan lancar, Mauricio dipastikan tetap memimpin Macan Kemayoran pada musim depan.
Sebagai informasi, Persija menutup Super League 2025/2026 dengan hasil impresif setelah menang telak 3-0 atas Semen Padang.
Tambahan tiga poin tersebut membuat Persija finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Pencapaian itu dinilai cukup positif mengingat Persija sempat bersaing dalam perebutan gelar juara hingga fase akhir musim.