- Antonio Conte resmi meninggalkan Napoli setelah gagal membangun kekompakan tim selama dua musim menangani klub tersebut.
- Conte membantah kesepakatan dengan FIGC dan mempertanyakan kesiapan dana federasi untuk merekrut pelatih kelas dunia seperti Guardiola.
- Kegagalan menciptakan lingkungan internal yang kondusif di Napoli menjadi alasan utama pengunduran diri pelatih berusia 55 tahun itu.
Ia justru menantang federasi untuk menunjukkan keseriusan apabila memang ingin merekrut pelatih papan atas.
“Saya ingat apa yang saya katakan tentang tim nasional,” tegas Conte.
Nama Pep Guardiola pun dibawa dalam pernyataannya untuk menguji ambisi FIGC.
“Apakah FIGC siap memiliki pelatih top? Saat ini tidak ada apa-apa. Apakah mereka punya dana untuk mempekerjakan Guardiola?” sindir Conte.
Pelatih yang identik dengan disiplin tinggi itu mengaku akan mendukung penuh jika FIGC benar-benar mampu mendatangkan Guardiola.
Ia juga menyebut hampir semua posisi pelatih di level klub saat ini sudah terisi, sehingga opsi beristirahat menjadi kemungkinan realistis.
“Mungkin saya akan beristirahat dan mengunjungi Aurelio di Los Angeles untuk Piala Dunia,” ungkap Conte.
Selain Conte, nama Massimiliano Allegri, Claudio Ranieri, hingga Roberto Mancini juga disebut masuk radar calon pelatih Timnas Italia.
Situasi ini semakin menarik setelah Pep Guardiola resmi mengakhiri pengabdiannya selama 10 tahun bersama Manchester City.
Rekam Jejak Conte dan Situasi Guardiola
Selama dua musim bersama Napoli, Antonio Conte sukses mempersembahkan satu gelar Scudetto dan satu trofi Supercoppa Italiana.
Reputasinya sebagai pelatih pemenang membuat namanya terus menjadi incaran banyak klub maupun tim nasional.
Di sisi lain, posisi Pep Guardiola di Manchester City dikabarkan akan digantikan Enzo Maresca, yang memicu spekulasi mengenai pelabuhan berikutnya bagi pelatih asal Spanyol tersebut.
Kini, keputusan terkait kursi pelatih Timnas Italia sepenuhnya berada di tangan FIGC yang dituntut segera memberikan kepastian kepada publik sepak bola Italia.