- Pelatih Cesc Fabregas sukses membawa klub milik pengusaha Indonesia, Como 1907, lolos ke kompetisi Liga Champions musim 2025/2026.
- Keberhasilan tersebut diraih berkat performa gemilang skuad yang mayoritas berisi 15 pemain berbakat berusia di bawah 23 tahun.
- Fabregas berkomitmen melanjutkan proyek jangka panjang di Como meski sempat menghadapi keterbatasan fasilitas latihan pada masa awal kariernya.
Suara.com - Cesc Fabregas secara emosional membongkar rahasia di balik kesuksesan bersejarah klub milik pengusaha Indonesia, Como 1907, yang resmi menembus kompetisi elite Eropa, Liga Champions.
Pencapaian fenomenal di Serie A musim 2025/2026 ini terasa sangat spesial karena Como dihuni mayoritas pemain muda berbakat dengan 15 pemain berusia di bawah 23 tahun (U-23).
Mantan gelandang legendaris Arsenal dan Barcelona itu memilih tetap setia bersama skuad mudanya ketimbang terburu-buru meninggalkan kursi pelatih demi tantangan baru di klub lain.
Fabregas membagikan momen krusial ketika ia meyakinkan anak asuhnya bahwa tiket Liga Champions bukan sekadar mimpi.
Kemenangan telak 4-1 atas Cremonese menjadi penentu langkah Como, dibantu kekalahan AC Milan di Stadion San Siro pada waktu yang hampir bersamaan.
"Dalam seluruh hidup saya, bahkan ketika saya melakukan pergantian pemain, saya hanya memiliki perasaan tentang berbagai hal, dan saya memiliki perasaan sehari sebelum kami bermain melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan berada di Liga Champions," ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Analogi Balap Sepeda dan Mentalitas Pantang Menyerah
Untuk memompa motivasi para pemainnya, Fabregas menggunakan analogi perjuangan atlet balap sepeda yang tidak menyerah hingga garis finis.
"Saya menunjukkan kepada para pemain sebuah video tentang seorang pesepak bola yang berada di posisi keenam, tetapi dia mulai mengayuh pedal dalam sprint terakhir dan dia memenangkan balapan," ungkap pelatih berusia 39 tahun tersebut.
"Itulah yang kami lakukan di musim ini," sambungnya.
Fabregas mengakui perjalanan Como tidak selalu mulus karena sempat diterpa hasil minor, termasuk saat menghadapi Udinese.
Meski begitu, keyakinan bahwa mereka masih mampu bersaing tidak pernah hilang dari dalam skuad.
Skuad Muda Jadi Mahakarya Fabregas
Fabregas menilai keberhasilan Como lolos ke Liga Champions sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya di dunia sepak bola.
Ia menyebut komposisi pemain muda yang dimiliki Como sebagai mahakarya kolektif seluruh tim.