- Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman dalam laga uji coba internasional FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
- Pertandingan persahabatan tersebut akan diselenggarakan pada hari Jumat, 5 Juni 2026, tepatnya pukul 20.00 waktu Indonesia bagian barat.
- Sejarah mencatat Oman lebih unggul dengan tiga kemenangan, sedangkan Indonesia baru meraih dua kemenangan dari enam pertemuan sebelumnya.
Suara.com - Timnas Indonesia dijadwalkan akan melakoni laga uji coba internasional krusial melawan Oman pada agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Bentrokan kedua tim rencananya akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB.
Bagi kedua kesebelasan, duel ini bukanlah pertemuan pertama mereka di atas lapangan hijau.
Sepanjang sejarah sepak bola kedua negara, Timnas Indonesia dan Oman tercatat telah saling berhadapan sebanyak enam kali.
Rinciannya dua kemenangan didapatkan timnas Indonesia, satu hasil imbang, dan tiga kemenangan bagi Oman.
Pertemuan pamungkas antara skuad Garuda dan Oman terjadi sekitar lima tahun silam, tepatnya pada tanggal 29 Mei 2021.

Pertandingan persahabatan tersebut memiliki arti sejarah yang sangat penting bagi publik tanah air lantaran menjadi panggung debut resmi bagi Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Namun, pertandingan perdana juru taktik asal Korea Selatan tersebut harus berakhir dengan pil pahit setelah tim Merah Putih dipaksa menyerah dengan skor cukup telak 1-3 dalam laga yang dihelat di Sultan Qaboos Sports Complex, Oman.
Dalam laga debut STY tersebut, gawang Timnas Indonesia kebobolan terlebih dahulu pada babak pertama melalui gol penyerang Oman, Muhsen Al-Ghassani di menit ke-40.
Skuad Garuda sebenarnya sempat menyalakan asa kebangkitan berkat gol penyama kedudukan yang dilesatkan oleh Evan Dimas pada menit ke-50.
Namun, kelengahan di barisan pertahanan pada babak kedua berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh penyerang Oman, Khalid Al-Hajri yang memborong dua gol tambahan pada menit ke-77 dan 88 untuk menyegel kemenangan tim tuan rumah.
Meskipun harus menelan kekalahan, laga perdana tersebut menjadi fondasi penting bagi Shin Tae-yong untuk memetik banyak pelajaran berharga demi merevolusi kekuatan tim nasional di masa depan.
Kala dipaksa bertekuk lutut 1-3 oleh Oman pada tahun 2021 lalu, Shin Tae-yong menurunkan skema formasi 4-2-3-1.
Pada sektor penjaga gawang, ia mempercayakan posisi utama kepada Nadeo Argawinata.
Di depannya berdiri empat bek sejajar yang diisi oleh kolaborasi Rifad Marasabessy, Nurhidayat Harris, serta dua pemain muda yang hingga kini masih menjadi andalan tim nasional, yakni Rizky Ridho dan Pratama Arhan.
Untuk menyeimbangkan permainan di lini tengah, duet gelandang jangkar dipercayakan kepada Syahrian Abimanyu dan sang pencetak gol, Evan Dimas sebagai double pivot.
Sektor penyerangan sayap dihuni oleh tusukan Adam Alis di koridor kanan serta kelincahan Egy Maulana Vikri di sisi kiri.
Sementara itu, Kadek Agung ditugaskan untuk beroperasi sebagai penyerang lubang guna menopang pergerakan ujung tombak tunggal, Kushedya Hari Yudo.
Rekam jejak kekalahan tersebut tentu diharapkan mampu dibalas tuntas oleh generasi baru skuad Garuda di bawah nakhoda saat ini pada laga akhir pekan nanti.