- Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih baru untuk menangani tim di kompetisi sepak bola.
- Pengumuman resmi kedatangan pelatih tersebut berlangsung di Jakarta International Stadium pada hari Senin, 8 Juni 2026.
- Kiper senior Persija, Andritany Ardhiyasa, memberikan sambutan positif atas kehadiran pelatih baru melalui media sosial Instagram.
Suara.com - Kiper senior Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa merespon kedatangan Shin Tae-yong.
Seperti diketahui,klub ibu kota tersebut resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai juru taktik anyar, sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depan pelatih asal Korea Selatan itu.
Pengumuman tersebut dilakukan secara istimewa di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).
Stadion kebanggaan Persija itu menjadi lokasi perkenalan resmi Shin Tae-yong kepada para pendukung dan publik sepak bola nasional.
Kedatangan juru taktik asal Spanyol itu langsung mendapat sambutan antusias banyak pihak, termasuk Andritany.
"Selamat datang, good luck coach," tulis Andritany di kolom komentar unggahan Instagram Persija.
Kehadiran Shin Tae-yong tentu bukan sesuatu yang asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Namanya memiliki tempat tersendiri berkat kiprahnya saat menangani Timnas Indonesia selama periode 2019 hingga 2025.
Di bawah kepemimpinannya, sepak bola Indonesia mencatat sejumlah pencapaian penting. Salah satu prestasi yang paling menonjol adalah keberhasilan mengantarkan Timnas Indonesia U-20, U-23, dan tim senior menembus putaran final Piala Asia pada level masing-masing.
Pada level senior, Shin Tae-yong juga mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali tampil di Piala Asia.
Tak berhenti sampai di situ, ia sukses membawa Skuad Garuda melangkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen tersebut.
Prestasi lain yang membuat namanya semakin dikenang adalah keberhasilannya mengantar Timnas Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Capaian itu menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan sepak bola nasional menuju level yang lebih kompetitif.