- Gelandang Beckham Putra menegaskan komitmen membela Timnas Indonesia pasca insiden pelecehan verbal oknum suporter di Stadion GBK.
- Insiden terjadi Selasa malam usai laga melawan Mozambik, memicu konfrontasi yang diredam oleh rekan setim, Kevin Diks.
- Beckham menjadikan peristiwa tersebut sebagai motivasi untuk terus berjuang memberikan kemampuan terbaik bagi negara di masa depan.
Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra, secara tegas menegaskan komitmennya untuk terus membela skuad Garuda meski tengah dihujani kritik tajam.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons setelah sang pemain mengalami perlakuan tidak terpuji dari oknum suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Insiden memalukan tersebut terjadi tepat setelah laga FIFA Matchday melawan Mozambik yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Indonesia pada Selasa malam.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu, Beckham memastikan bahwa mentalitasnya sama sekali tidak goyah oleh hujatan dari luar lapangan.
"Saya selalu memberikan 100 persen bahkan lebih kemampuan saya, untuk Indonesia," tulis Beckham dalam unggahannya.
Ia juga menambahkan bahwa apa pun yang dikatakan orang di luar sana tidak akan melunturkan hasratnya untuk terus bertarung demi panji Merah Putih.
Konfrontasi di Tribun dan Pembelaan dari Kevin Diks
![Sempat terjadi insiden provokasi oknum suporter terhadap Beckham Putra yang segera diredam pemain lain usai Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (9/6/2026). [Instagram @pstore]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/89686-beckham-putra.jpg)
Kejadian bermula saat beredar video di media sosial yang memperlihatkan pemain Persib Bandung tersebut diteriaki kata-kata tidak pantas oleh oknum penonton yang hadir di stadion.
Beckham yang merasa tersinggung sempat melakukan konfrontasi langsung dengan pelaku makian tersebut di area pinggir lapangan.
Ketegangan sempat memuncak sebelum akhirnya bek tangguh Kevin Diks turun tangan untuk meredam emosi sang rekan setim.
Kevin Diks dilaporkan sangat marah kepada oknum suporter tersebut karena tidak terima melihat rekannya mendapatkan pelecehan verbal setelah berjuang untuk negara.
Bagi Beckham, pengalaman pahit di kandang sendiri ini justru dijadikannya sebagai bahan bakar untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh.
"Setiap pengalaman adalah pelajaran untuk terus bertumbuh," tulis pemain bertinggi badan 173 cm tersebut sebagai refleksi diri.
Ia secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang tetap setia memberikan kepercayaan dan dukungan moral di masa-masa sulit ini.
Makna Jersei Garuda dan Komitmen untuk Indonesia
Sejak melakoni debut internasional pada Juni tahun lalu, Beckham kini tercatat telah mengoleksi delapan caps bersama Timnas Indonesia.
Catatan golnya di level senior pun cukup menjanjikan dengan torehan dua gol yang dicetak pada awal era kepelatihan John Herdman pada Maret lalu.
Kontribusinya masih terus dibutuhkan oleh staf kepelatihan, terbukti dengan statusnya sebagai starter selama 56 menit saat Indonesia mengalahkan Oman beberapa waktu lalu.
Pemain berusia 24 tahun itu memandang bahwa mengenakan lambang Garuda di dada merupakan hasil dari pengorbanan panjang serta mimpi masa kecil yang diperjuangkan dengan kerja keras.
"Bagi saya, panggilan Timnas bukan sekedar pencapaian pribadi. Itu adalah hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, pengorbanan dan mimpi yang diperjuangkan sejak lama," ungkapnya penuh emosional.
Ia merasa bahwa siapa pun yang mendapatkan kesempatan membela negara layak memperoleh kehormatan dan rasa hormat yang sama.
"Maka ketika seorang pemain melangkah untuk membela Indonesia, saya berdiri sebagai putra bangsa yang dipercaya untuk membawa harapan jutaan masyarakat Indonesia," pungkas Beckham mengakhiri pernyataannya.
Latar Belakang Peristiwa
Beckham Putra menjadi sasaran rundungan oknum suporter setelah laga Indonesia versus Mozambik, yang diduga dipicu sentimen rivalitas klub domestik yang terbawa ke ranah tim nasional.
Ketegangan tersebut menjadi sorotan karena melibatkan pemain naturalisasi senior Kevin Diks yang secara terang-terangan membela Beckham di lapangan.
PSSI kini tengah mempertimbangkan sanksi tegas terhadap oknum suporter tersebut guna menjaga kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia di masa mendatang.