Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia

Arief Apriadi

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:51 WIB
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia (Instagram/@iran_football_federation)
baca 10 detik
  • Timnas Iran menyindir kekalahan Amerika Serikat atas Belgia dengan skor 1-4 pada Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).
  • Amerika Serikat diduga mendapat perlakuan istimewa dari FIFA terkait pembatalan sanksi larangan bermain striker Folarin Balogun.
  • Timnas Iran mengeluhkan perlakuan tidak adil serta minimnya dukungan logistik dari penyelenggara selama bertanding di Piala Dunia 2026.

Suara.com - Timnas Iran ikut memanaskan situasi panas antara Belgia dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.

Selepas Amerika Serikat dipastikan tersingkir dari 16 besar usai kalah 1-4 dari Belgia, Selasa (7/7/2026), Timnas Iran memberi sindiran menohok.

Melalui Instagram Stories, Timnas Iran, @teammellifootball, mengunggah perbandingan skor saat mereka menghadapi Belgia dan AS melawan The Red Devils.

Iran diketahui mampu menahan Belgia dengan skor kacamata di fase grup. Sementara AS, yang dianggap mendapat 'bantuan' FIFA, justru terjungkal secara memalukan.

Sebelum laga kontra Belgia, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Infantino membantah telepon itu berhubungan dengan protes kartu merah Folarin Balogun di laga kontra Bosnia.

Namun, FIFA pada kenyataannya benar-benar meralat hukuman satu kali larangan bermain untuk striker andalan AS tersebut.

Alhasil, Balogun pun bisa bermain menghadapi Belgia, meski pada akhirnya tidak bisa berbuat banyak dan harus melihat timnya takluk 1-4.

Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia. [Dok. Instagram @teammellifootball]
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia. [Dok. Instagram @teammellifootball]

"Menarilah bersamaku," tulis Timnas Iran di Instagram Stories merespons kekalahan Amerika Serikat.

baca juga

Timnas Iran memang gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, mereka tercatat tak pernah sekalipun kalah di fase grup.

Iran menjadi sorotan dunia di Piala Dunia 2026 karena dianggap telah mendapatkan perlakuan tak adil oleh Amerika Serikat dan FIFA.

Sebanyak 11 delegasi Iran tak diizinkan masuk ke AS untuk Piala Dunia 2026, sehingga para pemain dan jajaran pelatih kekurangan dukungan selama turnamen.

Selain itu, mereka juga tidak diizinkan menginap di Amerika Serikat, kendati seluruh pertandingan fase grup mereka berlangsung di sana.

Alhasil, Iran memilih menginap di Tijuana, Meksiko, yang membuat mereka harus menempuh perjalanan udara berjam-jam untuk bertanding, dan terpaksa buru-buru meninggalkan stadion pasca laga.

“Ini adalah Piala Dunia yang penuh bencana; sebuah bencana. Maksud saya, FIFA, mereka harus menyelesaikan setiap masalah di sini tapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal," kata Mehdi Taremi, kapten Timnas Iran di sela-sela turnamen dikutip dari Goal.

"Tuan Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama melawan Selandia Baru dan berkata, 'Ini baru permulaan'. Kami tidak punya petugas logistik di sini - mereka tidak punya visa."

"Bagaimana mungkin kita harus selalu melakukan perjalanan dari Tijuana? Kami mencintai orang-orang di Tijuana."

"Kami mencintai Meksiko. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan kami mencintai mereka, tetapi sebagai pemain profesional di kompetisi profesional, itu tidak benar. Ini tidak adil."

"Pendapat kami adalah, ini tidak adil. Apakah ini adil bagi FIFA? Oke, baik kepada mereka. Tapi itu tidak adil."

"Siapa yang ingin membantu kami? Jika mereka ingin kami tersingkir, maka oke, ayo keluar. Tapi itu tidak adil."

"Kami tidak punya tenaga pemulihan atau logistik untuk membantu kami. Kami selalu mengeluh tentang hal-hal ini tetapi tidak ada yang membantu, tidak ada seorang pun," tegasnya mengkritik FIFA yang dianggap membiarkan represi yang dilakukan tuan rumah AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ronaldo Akhiri Mimpi Juara Dunia, Bagaimana Masa Depannya Bersama Portugal?

Ronaldo Akhiri Mimpi Juara Dunia, Bagaimana Masa Depannya Bersama Portugal?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:24 WIB

Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal

Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:38 WIB

Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar

Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar

Bola | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:32 WIB

Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA

Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:50 WIB

Ironi Brasil: Peraih 5 Gelar yang Selalu Gagal dalam 20 Tahun Terakhir

Ironi Brasil: Peraih 5 Gelar yang Selalu Gagal dalam 20 Tahun Terakhir

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×