- Sebuah video viral menampilkan Cristiano Ronaldo berpidato menggunakan bahasa Indonesia yang merupakan hasil kreasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
- Kreator konten @qc35_ menggunakan audio pidato viral Presiden Joko Widodo untuk disinkronisasi ke dalam video Cristiano Ronaldo tersebut.
- Youri Djorkaeff mengkritik strategi tim Portugal karena dinilai tidak memberikan dukungan maksimal sehingga performa Cristiano Ronaldo menjadi terhambat.
Suara.com - Beredar video viral di sosial media yang memperlihatkan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo tampak sedang berpidato.
Pada video yang viral tersebut, tampak Cristiano Ronaldo berapi-api menyampaikan keluh kesahnya.
Video ini jadi viral lantaran Ronaldo berbicara dengan bahasa Indonesia dan kata-kata yang ia sampaikan seperti tak asing bagi netizen +62.
"41 tahun saya bermain sepak bola dan mereka menyuruh saya pensiun, saya diam. Mereka terus mengkritik dan membandingkan saya dengan Messi, saya tetap diam,"
"Saya dihina oleh jurnalis sepak bola, termasuk Coach Justin, saya tetap diam, tapi hari ini di Portugal saya akan lawan,"
Usut punya usut video itu bukan video asli Cristiano Ronaldo sedang berpidato namun kreasi kecerdasan buatan alias AI.
Salah satu pengguna X @qc35_ jadi kreator video viral tersebut.
"Saya membuat ini di @YouArtStudio dan @PixVerse_," cuitnya.
Dalam video tersebut, akun @qc35_ menggunakan kata-kata Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang viral beberapa waktu lalu.
"Saya sebetulnya sudah diam... difitnah-fitnah saya diam, dihujat saya diam. Tetapi... saya akan lawan! Ingat sekali lagi, akan saya lawan! Bukan untuk diri saya, tapi ini untuk negara." begitu ucapan Jokowi yabg viral itu dan jadi sound untuk video Cristiano Ronaldo yang viral.
Sontak saja video ini membuat heboh hetizen di platform X.
"Bang coba bikin yang pakai bahasa portugal dong, seru keknya, hiburan banget ini, terimakasih bang," komentar salah satu netizen.
Sementara itu, di luar video AI yang viral itu, legenda Prancis, Youri Djorkaeff, yang menilai Cristiano Ronaldo tidak mendapatkan dukungan maksimal dari rekan setimnya.
Mantan juara dunia 1998 itu secara blak-blakan menyebut Ronaldo seperti diboikot di dalam tim.
Eks pemain Inter itu menilai skema permainan Portugal tidak pernah dirancang untuk memaksimalkan kemampuan sang megabintang.
