- Presiden FIFA Gianni Infantino mewacanakan penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara setelah kesuksesan edisi 48 tim.
- Wacana penambahan kuota peserta ini berpotensi membuka peluang lebih besar bagi Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2030.
- Pemerintah Indonesia dan pelatih John Herdman terus berupaya memperkuat kualitas skuad Garuda demi menembus putaran final mendatang.
Selain itu, penerapan metode latihan modern dan analisis data diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan serta mental bertanding para pemain.
Dukungan Pemerintah untuk Timnas
Ambisi membawa Indonesia ke Piala Dunia juga mendapat dukungan dari pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menggelar pertemuan dengan John Herdman bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, di Hambalang.
Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem sepak bola nasional, mulai dari pembenahan kompetisi domestik hingga peningkatan fasilitas latihan.
"Tadinya kita berharap Timnas kita bisa lolos tahun ini, namun sementara masih belum," kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
"Oleh karena itu, persiapan ke depan harus jauh lebih matang, termasuk menghadapi event-event seperti FIFA Series tahun depan," lanjutnya.
Faktor Finansial Jadi Pertimbangan FIFA
Di sisi lain, wacana penambahan peserta Piala Dunia juga didorong oleh kesuksesan komersial turnamen.
Piala Dunia 2026 diproyeksikan menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp314 triliun bagi FIFA, didukung tingkat keterisian stadion yang hampir mencapai 100 persen.
Infantino menilai semakin banyak negara yang berpartisipasi akan meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperluas pasar sepak bola dunia.
Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengambil keputusan resmi terkait penambahan peserta menjadi 64 tim. Wacana tersebut baru akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Apabila nantinya disetujui, peluang Timnas Indonesia untuk mewujudkan mimpi tampil di putaran final Piala Dunia 2030 tentu akan semakin terbuka.
