SuaraCianjur.id - Mungkin beberapa dari kita mulai khawatir saat terpapar sinar UVA dan UVB karena takut akan mengalami penuaan dini pada kulit atau keriput, yang akhir-akhir ini menjadi perhatian.
Namun tahukah anda, jika dampak yang ditimbulkan oleh dua jenis paparan sinar tersebut dapat menimbulkan efek jangka pendek dan juga jangka panjang?
Seperti dilansir dari laman uara.com, seorang Dermatologis atau pakar kulit yakni dr. Srie Prihianti, Sp.KK(K). PhD. mengatakan bahwa paparan sinar UVA dan UVB dapat menimbulkan masalah kulit itu.
"Kemerahan, perih itu disebabkan oleh UVB. Tapi secara tidak sadar sebenarnya terpapar UVA juga tapi efek gak langsung terasa, nanti jangka panjang." kata dr. Srie Prihianti saat konferensi pers peluncuran sunscreen Anthelios UVMUNE 400 dari La Roche Posay di Jakarta, dikutip cianjur.suara.com dari laman suara.com, Rabu (15/2/2023).
"Awalnya bisa tanning, tapi jangka panjang bisa sebabkan kerutan, flek, sampai skin cancer," lanjut dr. Srie Prihianti.
Beliau menjelaskan bahwa sinar UVA memiliki jangkauan lebih panjang daripada sinar UVB. Dimana sinar UVA dapat menjangkau lapisan kulit dalam dan merusak jaringan sel, serta menyebabkan kerutan.
"Yang perlu kita pelajari bahwa panjang gelombang UVA ada 2 gelombang, UVA1 panjang gelombang 360 sampai 380 nm dan ultra long UVA panjangnya 380 sampai 400 nm mampu penetrasi ke kulit juga sangat dalam. Dari 30 persen paparan sinar matahari itu yang ultra long bisa penetrasi ke kulit," ujarnya.
Selain itu, dr. Srie juga menjelaskan bahwa sinar UVA juga masih dapat masuk kedalam ruangan sekalipun, dan hanya sinar UVB yang dapat dipantulkan. Oleh karena itu ia menyarankan untuk tetap menggunakan tabir surya sekalipun berada di dalam ruangan.
"Kalau UVA, walaupun kita di dalam mobil pakai kaca film itu tetap masuk. Kaca film hanya memantulkan UVB. Maka UV protection tetap kita perlukan walaupun berada di indoor," jelas dr.Srie.
Sumber: suara.com