SUARA CIANJUR - Pada momen kali ini kita telah menyelesaikan atau bahkan akan menyelesaikan Bulan Ramadan. Meski kita ada perasaan sedih karena akan segera ditinggalkan oleh bulan yang penuh dengan hikmah dan petunjuk.
Kita juga sudah selayaknya untuk bergembira karena telah menyelesaikan pendidikan selama sebulan penuh. Terlepas dari maksimal atau tidaknya ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Kita juga mempunyai budaya atau kebiasaan mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin dan dilanjutkan dengan mohon maaf lahir batin.
Kita juga tak jarang malah mengartikan arti kata Minal Aidin Wal Faizin sebagai mohon maaf lahir batin.
Padahal kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda, dan hanya mohon maaf lahir batin hanya sebagai kata penyambung dari Minal Aidin Wal Faizin
Bahkan menurut ustaz Khalid Basalamah tidak ada di zaman Nabi yang mengatakan Minal Aidin Wal Faizin.
Mereka malah saling mengucapkan taqobbalalloohu minnaa wa minkum yang berarti semoga Allah menerima amal kita dan amal kalian.
Meski mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin adalah juga hal baik yang memiliki arti ""emoga termasuk pada orang-orang yang kembali pada Allah dan orang-orang yang sukses."
(*/Tigor Hutabarat)
Baca Juga: Laba Bersih Amar Bank Tembus Rp 34,43 Miliar di Kuartal Pertama 2023
Sumber: Berbagai Sumber