Deli.Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan melaporkan ada lima wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang berpotensi mengakibatkan bencana Hidrometeorologi.
Menurut Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho kelima wilayah itu tak lepas dari indikasi yang sangat cukup signifikan dinamika pada atsmosfer pergerakan awan. Sehingga mengakibatkan curah hujan cukup tinggi.
"Intensitas hujan tinggi itu berlangsung beberapa hari. Akibatnya, akan terjadi bencana Hidrometeorologi," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (15/10/2022).
Lebih jauh, Hendro menjelaskan indikator lainnya terpantau olah angin gradien yang menunjukkan adanya belokan angin dan daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Sumut. Ia katakan hal ini memicu pertumbuhan awan-awan di wilayah Sumut dan sekitarnya.
"Ditambah adanya siklon tropis Sonca yang bergerak ke arah barat laut kecepatan 10 km/jam memasuki daratan Vietnam. Keberadaan TC Sonca membentuk pola belok dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan di wilayah Indonesia bagiau Utara ekuator," terang Hendro.
Atas dasar itu, Hendro menyebutkan dampak tidak langsung yang terjadi dari adanya sistem bibit siklon tersebut berpotensi hujan sedang sampai lebat yang disertai angin kencang, kilat dan petir di wilayah Sumut.
"Sehingga dari analisis tersebut, dalam tiga hari kedepan berpotensi hujan sedang hingga lebat dengan durasi yang lama diberbagai wilayah. Akibatnya terjadi bencana Hidrometeorologi (banjir bandang, longsong, angin kencang dan gelombang tinggi)," ucapnya.
Wilayah itu diantaranya Tapanuli Selatan (Muara Batang Toru), Tapanuli Tengah (Lumut, Sukabangun dan Pinang Sori), Labuhan Batu Selatan (Kampung Rakyat), Labuhab Batu (Pantai Tengah, Pantai Hulu, Bilah Hilir, Pangkat, Bilah Barat), Labuhan Batu Utara (Marbau, Aek Kuo, Kualau Hilir).
"BMKG mengimbau kepada masyarakat agar bersiapsiaga wilayah yang berpotensi Hidrometeorologi," pungkasnya.
Baca Juga: Tragis Irjen Teddy Minahasa Ditangkap Narkoba, Kini Mendekam di Sel Khusus Juga Terancam Dipecat
Reporter: Beni Nasution