Deli.Suara.com - Massa aksi yang tergabung dalam Aksi Solidaritas untuk Anak-anak Indonesia akan menggelar aksi unjuk rasa di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (24/10/2022) depan.
Demo ini terkait dengan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia telah mencapai 206 anak, 99 di antaranya meninggal dunia, yang diduga karena obat sirup mengandung
cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).
Kordinator Aksi Ade Dharmawan didampingi Sekretaris A. Rizal atau akrab disapa Bhoy menjelaskan aksi unjuk rasa digelar di dua lokasi yakni Kantor BPOM Medan di Jalan Williem Iskandar dan Kantor Distributor Konimex di Jalan Kapten Sumarsono.
"BPOM dianggap lalai dalam mengawasi obat-obatan yang berbahaya dan tidak sinerginya antara Kemenkes Dan BPOM," katanya, Jumat (21/10/2022).
Ade mengatakan aksi yang akan digelar pada Senin, 24 Oktober nanti menuntut Menteri Kesehatan, dan pejabat terkait untuk dicopot.
"Evaluasi kinerja BPOM," ungkapnya.
Massa aksi juga mendesak pemerintah untuk membentuk tim independen pemeriksa hasil produksi obat diluar BPOM.
Kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia telah mencapai 206 anak, 99 di antaranya meninggal dunia. Angka tersebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 18 Oktober 2022.
Kemenkes melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius yang muncul di Indonesia, dalam dua bulan terakhir ini menyerang anak usia enam bulan sampai 18 tahun tersebar di 20 provinsi.
Baca Juga: Ade Yunia Rizabani Paembonan, Gadis Asal Toraja Yang Dibunuh dan Dibuang Teman Satu Gereja
Meski penyakit tersebut telah menyebar luar, Kemenkes belum memastikan apakah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait gangguan ginjal akut tersebut.