Polemik KSAD Dudung dengan Komisi I Meruncing, Berujung Saling Sindir

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 08 September 2022 | 11:43 WIB
Polemik KSAD Dudung dengan Komisi I Meruncing, Berujung Saling Sindir
Kiri Pangliman TNI Andika, kanan KSAD Jenderal Dudung (Kolase)

Suara Denpasar - Polemik antara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dan Komisi I DPR RI semakin hangat. Terbaru, Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Bobby Rizaldi menuding Dudung kerap membuat polemik.

Pernyataan itu merespon ucapan Dudung yang menyebut rapat di alat kelengkapam dewan (AKD) tersebut suka menanyakan hal tidak jelas.

Bobby mengatakan polemik yang ditikbulkan Dudung lantaran komunikasi publiknya yang tidak bijak. Dia menilai komunikasi publik itu dilakukan sebelum Dudung naik pangkat menjadi jenderal dengan jabatan KSAD saat ini.

"Ya, Pak Dudung kadang-kadang sering bikin heboh karena pilihan kata-katanya dalam komunikasi publik kurang bijak," kata Bobby dikutip dari Suara.com, Kamis (8/9/2022).

Untuk diketahui, Dudung menyinggung Komisi I saat mengklarifikasi isu disharmoni hubungan dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Akan tetapi, Dudung kemudian merembet berkomentar soal rapat yang dilaksanakan Komisi I, sebagai mitra TNI.

Bombby menilai kemungkinan maksud dan niatnya baik untuk menunjukan tidak ada disharmoni dengan Panglima. AKan tetapi menurutnya tidak perlu mengomentari Komisi I DPR RI.

"DPR Komisi I itu orangnya banyak, alat kelengkapan dewan, banyak yang mendukung TNI AD pun beliau," kata dia.

Bobby menyarankan Dudung untuk tidak banyak berkomentar. Terlebih dengan pola komunikasi yang sama. Dia khawatir pernyataan Dudung hanya kembali menuai polemik di kalangan masyarakat.

"Enggak usah banyak-banyak komentar yang sering dikutip nanti malah bikin polemik yang berkepanjangan," kata Bobby.

Baca Juga: Kuasa Sambo Empire: Kapolri Bilang Penyidik Ketakutan; Kamaruddin Sebut Jenderal Bintang Tiga Juga Ketakutan

Sebelumnya Dudung menyebut rapat kerja Komisi I DPR RI yang kerap membahas isi di luar tema yang direncanakan. Hal Itu disampaikan menjawab pertanyaan terkait isu keretakan hubungannya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencuat dalam rapat.

"Kalau rapat RDP biasanya topik sudah ditentukan yang akan dibahas masalah anggaran. Terkadang tidak fokus pada pertanyaan atau bahasan itu. Menanyanya yang enggak jelas saja," kata Dudung, Rabu (7/9/2022).

Dudung juga mengatkan antara dirinya dan Panglima TNI tidak ada masalah. Dia mengatakan tidak hadir dalam RPD karena menjalankan perintah Andika untuk mengecek persiapan Batalyon Infanteri 143/TWEJ di Lampung.

Satua tersebut, kata dia akan ditugaskan sebagai satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara.

Dia mengatakan pengecekan itu sempat tertunda beberapa kali. Sehingga, akhirnya ia diperintahkan untuk memastikan kesiapan dari para prajurit.

"Kaya kemarin saya tidak hadir melaksanakan RDP itu salah satu perintah Panglima TNI untuk mengecek kesiapan batalyon 143 yang akan berangkat ke daerah operasi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI