Komnas HAM Skak Polri, Hasil Lab Tegaskan Gas Air Mata Biang Kerok Tragedi Kanjuruhan

Suara Denpasar

Senin, 24 Oktober 2022 | 14:48 WIB
Komnas HAM Skak Polri, Hasil Lab Tegaskan Gas Air Mata Biang Kerok Tragedi Kanjuruhan
Suara.com/ Istimewa

Suara Denpasar - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) skak Polri terkait penyebab Tragedi Kanjuruhan. Bila sebelumnya Polri mengutip keterangan ahli bahwa gas air mata tidak mematikan, kini Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menegaskan, hasil laboratorium gas air mata jadi biang kerok jatuhnya korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan.

Choirul Anam menekankan bahwa gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah para supporter Arema FC usai pertandingan Arema FG vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu menjadi penyebab utama jatuhnya 135 orang korban jiwa.

"Dalam konteks gas air mata ini, sekali lagi kami tegaskan bahwa dia (gas air mata) penyebab utamanya," tegas Choirul Anam, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (24/10/2022).

Meski demikian, Choirul menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman untuk memastikan kandungan kimia pada gas air mata yang jadi biang kerok jatuh korban jiwa ratusan orang serta ratusan lagi mengalami luka ringan dan berat.

"Proses hasilnya sudah ada, cuma memang butuh untuk pembanding," jelasnya.

Gas Anam melanjutkan, masih dibutuhkan pembanding berupa pakaian yang digunakan suporter Arema saat gas air mata dilontarkan pada malam kelabu itu. Kata dia, diharapkan di pakaian para supporter masih ada sisa gas air mata yang menempel.

Dia menjelaskan, tim sebetulnya sudah mendapatkan sampel dari suporter berupa jaket. Akan tetapi, jaket terlalu besar.

“Kita lagi mencari pembanding yang lebih kecil," kata dia.

Choirul Anam pun mengatakan, proses uji laboratorium yang dilakukan Komnas HAM atas gas air mata yang ditembakkan polisi ini merupakan hasil kerja sama dengan Aremania, suporter Arema FC. Kata dia, yang menemukan gas air mata juga dari Aremania.

baca juga

"Yang menemukan (gas air mata) juga mereka, (yang) membawa (gas air mata) ke laboratorium juga mereka sendiri. Laboratoriumnya dipilih oleh mereka sendiri," jelas dia.

Meski demikian, Komnas HAM tidak lepas tangan. Justru Komnas HAM melihat lebih dulu gas air mata tersebut, kemudian membuat surat untuk pengujian ke laboratorium.

"Komnas HAM melihat barangnya, melihat bentuknya, membuat surat untuk ke laboratorium itu sebagai satu proses satu yang formal," papar dia.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Instagram @divisihumaspolri mengungkapkan bahwa Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan penggunaan gas air mata bersifat mematikan.

Tidak berhenti di sana, Dedi juga mengaku mengutip pendapat dari ahli ahli toksikologi dan racun bahwa gas air mata tidak mematikan.

"Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli di bidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," kata Dedi lewat akun Instagram resmi Humas Polri tersebut, Rabu (12/10). (Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sambil Terisak, Pensiunan Irjen Maman Supratman Sebut Anaknya AKBP Dody Prawiranegara Adalah Korban Atasan

Sambil Terisak, Pensiunan Irjen Maman Supratman Sebut Anaknya AKBP Dody Prawiranegara Adalah Korban Atasan

Denpasar | Minggu, 23 Oktober 2022 | 11:09 WIB

Nama Najwa Shihab Disenggol, Oknum Polisi Pamer Kebal Gas Air Mata, Tapi Pakai Pelindung Lengkap dan Ruangan Terbuka

Nama Najwa Shihab Disenggol, Oknum Polisi Pamer Kebal Gas Air Mata, Tapi Pakai Pelindung Lengkap dan Ruangan Terbuka

Denpasar | Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:51 WIB

Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, Prof Made Gelgel Pernah Buat Arak Obat Covid-19, Ahli Kasus Munir-Kopi Sianida

Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, Prof Made Gelgel Pernah Buat Arak Obat Covid-19, Ahli Kasus Munir-Kopi Sianida

Denpasar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:07 WIB

Sosok Prof Made Agus Gelgel, Guru Besar Unud yang Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan Pasca-Tragedi Kanjuruhan

Sosok Prof Made Agus Gelgel, Guru Besar Unud yang Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan Pasca-Tragedi Kanjuruhan

Denpasar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:31 WIB

Polisi Kutip Ahli dari Universitas Udayana Bali Jika Gas Air Mata Tak Bahaya, Warganet: Ini Menyakitkan

Polisi Kutip Ahli dari Universitas Udayana Bali Jika Gas Air Mata Tak Bahaya, Warganet: Ini Menyakitkan

Denpasar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 13:06 WIB

Terkini

Ada 18 Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama di 2027, Ini Daftarnya

Ada 18 Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama di 2027, Ini Daftarnya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:01 WIB

Predictive Cyber Intelligence MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026

Predictive Cyber Intelligence MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:01 WIB

Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting

Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:00 WIB

Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas

Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 11:59 WIB

Helm Proyek Biru Artinya Apa? Bukan Sekadar Pelindung, Ternyata Ini Jabatannya

Helm Proyek Biru Artinya Apa? Bukan Sekadar Pelindung, Ternyata Ini Jabatannya

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:58 WIB

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:57 WIB

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:54 WIB

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

×