Suara Denpasar – Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika terus membeberkan bukti-bukti yang menguatkan dirinya melayangkan gugatan cerai kepada suaminya Kang Dedi Mulyadi.
Hal itu diungkapkan Ambu Anne Ratna saat menghadiri sidang gugatan cerai lanjutan Rabu kemarin (1/2/2023) di Pengadilan Agama Purwakarta.
Dengan agenda menghadirkan mendengar keterangan dari saksi tergugat dalam hal ini anggota DPR RI Kang Dedi Mulyadi.
Kang Dedi saat sidang lanjutan tersebut tidak hadir, namun diwakilkan oleh kuasa hukumnya Ojat Sudrajat.
Kang Dedi sebagai pihak tergugat menghadirkan sopir pribadinya sebagai saksi yang mengantarkan segala aktivitasnya setiap hari.
Dimana sopir pribadi Kang Dedi memberikan keterangan bagaimana kondisi rumah tangga yang sebenarnya. Sopir Kang Dedi ini mulai bekerja sejak tahun 2018 lalu hingga saat ini.
Tetapi Ambu Anne Ratna yang didampingi kuasa hukumnya menegaskan sopir tergugat Kang Dedi sangat mengetahui betul seluk beluk kehidupan rumah tangganya.
Sopir ini mengetahui betul bagaimana saat dirinya mengandung Nyi Hyang Sukma Ayu selama 9 bulan penuh.
“Saya pertanyakan tadi dihadapan majelis hakim, apakah selama saya hamil tergugat Kang Dedi pernahkah mengantarkan memeriksakan kehamilan Nyi Hyang Sukma Ayu. Saksi menjawab tidak pernah,” ungkap Ambu Anne Ratna membeberkan rumah tangganya usai sidang.
Dan kenyataannya sebenarnya dikatakan Ambu Anne Ratna, bahwa saudara tergugat Kang Dedi sebagai ayah dari Nyi Hyang Sukma Ayu dan sekaligus sebagai suami tidak pernah mengantarkan ke dokter kandungan.
Kang Dedi itu ada pada saat melahirkan Nyi Hyang Sukma Ayu. Artinya selama 9 bulan mengandung tidak pernah mengantarkan ke dokter.
“Nah itu bagi kami menegaskan bagaimana sikap dari pada tergugat Kang Dedi sebagai seorang suami, tidak perhatian kepada istri disaat sedang hamil,” jelas Ambu Anne.
Sekedar diketahui rumah tangga Ambu Anne Ratna dengan Kang Dedi Mulyadi rupanya berada diujung tanduk.
Pasalnya Ambu Anne Ratna telah memantapkan isi hatinya untuk bercerai dengan Kang Dedi dan itu telah dibeberkan dari keterangan sebelumnya.
Yakni alasan bercerai, karena nafkah, KDRT Psikis hingga kondisi rumah tangga yang tidak harmonis lagi antara keduanya. ***