Suara Denpasar - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, mengeluarkan pernyataan ‘stupid’ yang mengundang perhatian publik terkait pembangunan stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Dalam sebuah acara online, ia menyatakan kekecewaannya atas kurangnya akses jalan bagi penumpang di proyek tersebut. Namun, tak seperti pada kasus Rocky Gerung, reaksi marah dari publik atau pihak terkait tidak terdengar.
Pernyataan kontroversial tersebut diungkapkan oleh Kartika Wirjoatmodjo dalam acara Journey Talks pada tanggal 2 Agustus 2023. Ia mengaku merasa kecewa karena baru menyadari bahwa dalam perencanaan pembangunan stasiun tersebut, belum dipikirkan dengan matang mengenai akses jalan bagi para penumpang.
"November tahun lalu saya baru menyadari, kita lupa memikirkan akses stasiun. Saya merasa kesal dengan anak-anak KAI (Kereta Api Indonesia) karena akses stasiun belum dipikirkan. Jadi Halim, Karawang nggak ada jalan akses ke tol atau jalan besar, baru sekarang kita mencarinya,” kata Tiko dikutip dari Suara (8/4/2023).
Selain kekecewaan, Tiko juga mengkritik kurangnya perencanaan yang matang dalam pembangunan stasiun ini, menyebutnya sebagai "stupid" atau bodoh. Ia menyatakan bahwa proyek ini dibangun tanpa pertimbangan yang baik, sehingga mengakibatkan kendala seperti kurangnya akses jalan bagi penumpang.
Meskipun Tiko menyampaikan kritik yang cukup tajam terhadap kurangnya perencanaan, reaksi publik terhadap pernyataannya terbilang minim. Tidak ada respon marah yang mendalam dari pihak terkait atau masyarakat secara umum.
Hal ini berbeda dengan respons yang dihadapi oleh Rocky Gerung atas kritiknya terhadap kebijakan pemerintah.
Rocky Gerung, seorang tokoh intelektual, merespons pernyataan Tiko dan menganggap bahwa ada keanehan dalam reaksi masyarakat terhadap kritik tersebut. Ia membandingkan perlakuan terhadap kritik yang disampaikan sebelumnya terhadap Jokowi dengan kritik dari Tiko terhadap proyek Kereta Cepat.
“Harusnya kata itu juga menimbulkan kemarahan dong. Jokowi yang mesti marah, karena menganggap yang diputuskan Jokowi itu stupid alias tolol,” kata Rocky dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official (4/8/2023).
Baca Juga: Rocky Gerung Kuliti DPR: Bukan Sekadar Miskin Etik Tapi Miskin Otak Juga
Rocky menyatakan bahwa kritik yang diutarakan wajar jika dimaksudkan pada kebijakan bukan menyerang pribadi.
“Itu dimaksudkan untuk kritik pada kebijakan bukan pada manusianya. Jadi wamen ini menganggap kebijakan kereta cepat itu tolol gampangnya,” kata Rocky.
Rocky menegaskan bahwa pernyataan tersebut seharusnya menimbulkan kemarahan, khususnya dari pihak Jokowi yang kebijakannya dianggap bodoh.
“Bayangkan ya dari dalam kabinet, wamen BUMN menganggap kebijakan kabinet itu tolol. Apa bedanya dengan apa yang saya katakan tolol?” ujar rocky
Sebelumnya, Rocky juga terlibat kontroversi karena pernyataannya yang dianggap menghina Jokowi dalam konteks proyek Infrastruktur Kawasan Nusantara (IKN). Video pernyataannya yang menyebut Jokowi sebagai "tolol" dan "bajingan" menjadi viral di media sosial. (*/Dinda)