Suara Denpasar - Baru tahu! Dan, mungkin banyak yang tidak tahu. Nama Indonesai ternyata berasal dari akronim nama para Wali Songo.
Sembilan tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa dan Nusantara. Hal tersebut diungkap dalam video reel akun Instagram @Famnote yang dikutip denpasar.suara.com Selasa, 6 September 2023.
Berdasar narasi dalam video, diungkapkan dari jumlah huruf memang sama. Yakni sembilan huruf.
Di awali dari huruf I yang merujuk nama Ibrahim Malik atau Sunan Gresik; selanjutnya ada huruf N, awalan dari nama Nawai Macdhum alias Sunan Bonang.
Huruf ketiga adalah D, sesuai dengan nama depan Dorojatun R Khosim atau Sunan Drajat; "O" merujuk Oesman R Djafar Sodiq atau Sunan Kudus.
Setelah itu ada huruf N, mengarah ke nama Ngampel R Rahmat atau Suman Ampel; E adalah awalan huruf untuk nama Eka Syarif Hidayatullah atau biasa disapa Sunan Gunung Jati; kemudian huruf S, merupakan awalan nama Syaid Umar alias Sunan Muria.
Dua terakhir adalah I yang merujuk nama Isyhaq Ainul Yaqin atau Sunan Giri, dan terakhir huruf A yang merupakan huruf awalan nama Aburahman R Syahid atau Sunan Kalijaga.
"Penganut cocoklogi memang pintar untuk menghubungkan huruf demi huruf sehingga memang pas menjadi INDONESIA," begitu kata narator.
Hanya saja, dalam video yang sama dijelaskan bahwa nama Indonesia bukan berasal dari akronim nama wali songo. Namun, istilah Indonesia baru muncul pada abad ke-19.
Baca Juga: Pak Inti: Tak Ada Kaitannya dengan Biaya Pengabenan Raja Denpasar
Nama yang berasal dari kata "Indus" (Hindia) dan "nesia" (kepulauan) ini merupakan gagasan pengacara Inggris James Richardson Logan dan koleganya yang ahli geografi, George Windsor Earl.
Istilah Indonesia dipopulerkan di Asia sebagai istilah akademik oleh etnografer Jerman, Adolf Philipp Wilhelm Bastian (1826-1905). Nama Indonesia pertama kali digunakan secara politik pada 1920-an.
Adapun para Wali Songo hidup pada abad ke-15 hingga ke-16, di mana nama Indonesia belum dikenal.
Jadi, jelas sudah, bahwa nama Indonesia berasal dari akronim nama Wali Songo adalah cocoklogi semata yang memang kebetulan pas dan tepat. ***