Suara.com - Aktris Angelina Jolie angkat bicara terkait teror kelompok militan ISIS di Suriah dan Irak. Duta PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) tersebut menyebut anggota ISIS menggunakan kejahatan pemerkosaan sebagai 'senjata' barunya.
"Kelompok teroris paling berbahaya saat ini (ISIS) menggunakan kejahatan perkosaan sebagai senjata paling efektif untuk menghancurkan komunitas dan keluarga, dan tentunya kemanusiaan," kata Angelina di hadapan anggota Parlemen Inggris, Selasa (8/9/2015) waktu setempat.
Istri aktor Brad Pitt ini mengungkap kurangnya kepedulian publik-khususnya dari kalangan artis, memerangi kekerasan seksual yang dihadapi para pengungsi. Bintang film Maleficient ini pun mendesak parlemen untuk segera bergerak.
"Demi kemanusiaan, hukum dan kebijakan harus diubah. Semua bisa berubah jika pemerintah dan pemimpin seluruh dunia bekerja sama," lanjutnya.
Angelina mencontohkan, ada gadis Irak berumur 13 tahun yang diperkosa lalu dijual dengan harga 40 dolar.
"Apakah harga mereka hanya 40 dolar?" tutupnya.
Lebih lanjut Angelina mengatakan, ISIS merupakan bahaya serius bagi keamana dunia. "Yang paling penting adalah melawan kekerasan seksual, perang dan tindakan brutal mereka," katanya. (Aceshowbiz)