Suara.com - Kuasa Hukum mucikari F dan O, Onsen Johnson Sianipar mengatakan akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan kliennya dalam waktu dekat. Senin (14/12/2015) depan, Onsen rencananya akan menemui penyidik Mabes Polri untuk membahas rencana tersebut.
Onsen berdalih, F dan O bukanlah aktor utama yang mengatur pertemuan. Keduanya, kata Onsen, hanya perantara yang mempertemukan artis Nikita Mirzani dan Puty Revita kepada calon pelanggan di hotel Kemppinski, Jakarta Pusat.
"Senin kami akan minta penangguhan klien kami diluar ke penyidik Mabes Polri. Dan kami juga keberatan NM dan PR sudah bebas, karena seharusnya dia juga terkait masalah tersebut," kata Onsen ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015).
Hal Ini juga dilakukan mengingat kondisi F dan O yang drop sejak ditahan di Bareskrim.
"Klien kami merasa sakit kondisi drop sudah diperiksa, keluarga sudah datang untuk memberikan semangat," kata Onsen.
Diberitakan sebelumnya, Niki ditangkap di kamar Hotel Kempinsky, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015) malam oleh Bareskrim Mabes Polri. Selain Niki, artis PR atau Puty Revita, finalis Miss Indonesia 2014 ikut terjaring dalam operasi tersebut. Saat ditangkap, keduanya dalam keadaan bugil dan siap dipakai.
Di lokasi penggerebegan, polisi mengamankan handphone, bill hotel, bukti transfer serta celana dalam Niki sebagai barang bukti.