Pengepungan di Bukit Duri Dikritik Tak Berani Sentuh Penguasa, Ini Penjelaskan Joko Anwar

Ferry Noviandi

Selasa, 22 April 2025 | 18:40 WIB
Pengepungan di Bukit Duri Dikritik Tak Berani Sentuh Penguasa, Ini Penjelaskan Joko Anwar
Sutradara Sering Jadi Cameo (Instagram/@jokoanwar)

Suara.com - Film terbaru Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri memicu diskursus sejak pemutaran perdananya pada 17 April 2025.

Banyak yang memuji keberanian sang sutradara dalam menyentuh tema sensitif dengan genre action-thriller yang memukau.

Namun tidak sedikit yang melontarkan kritik pedas, menyebut film ini sebagai "propaganda" yang tidak berani menyentuh kekuasaan.

Menanggapi kritik tersebut, Joko Anwar akhirnya angkat bicara melalui unggahan panjang di akun X pribadinya.

Dalam cuitan berjudul "Director’s Note", Joko menjelaskan filosofi dan tujuan di balik film ke-11 yang diproduksinya ini.

Sutradara asal Medan itu membantah tuduhan bahwa filmnya melemahkan konteks politik dan sejarah yang kompleks di balik isu rasisme.

"Pengepungan di Bukit Duri jelas menceritakan kelompok masyarakat (termasuk pelajar) yang memiliki nilai hidup yang rusak, termasuk menjadi pelaku kekerasan dan rasisme," tulis Joko, dikutip pada Selasa (22/4/2025).

"Tapi semua perilaku ini adalah akibat dari sistem yang gagal. Dan sistem itu tidak hadir dalam ruang hampa, ia dibentuk oleh kebijakan, keadilan, dan sejarah," katanya melanjutkan.

Joko Anwar menegaskan bahwa film ini bukanlah bentuk propaganda ataupun bentuk pembelaan terhadap institusi negara.

baca juga

Justru, kata Joko Anwar, film ini merupakan kritik terhadap pembiaran struktural yang selama ini terjadi.

"Setiap ruang kosong yang dibiarkan oleh negara, dalam pendidikan, keadilan, dan keamanan, diisi oleh kekacauan. Dan itulah bentuk kritik kami," imbuhnya.

Lebih lanjut, Joko Anwar menekankan bahwa Pengepungan di Bukit Duri tidak disajikan secara verbal untuk menunjukkan siapa yang salah dan siapa yang benar.

Sutradara film Pengabdi Setan ini menolak anggapan bahwa film harus selalu menjelaskan konteks secara eksplisit agar tidak menimbulkan salah tafsir.

"Penonton kita nggak bodoh," tulisnya, menyindir pandangan yang meremehkan kapasitas penonton dalam memahami narasi kompleks.

Sebelumnya, sebagian kalangan tetap menganggap Pengepungan Bukit Duri gagal menyentuh akar persoalan rasisme di Indonesia.

Salah satu kritik datang dari pengulas di media sosial yang menyebut film ini melepas isu rasisme terhadap etnis Tionghoa dari konteks politik dan sejarah yang lebih luas.

Disebutkan bahwa film ini terlalu fokus menggambarkan masyarakat kelas bawah sebagai pelaku kekerasan.

Sayangnya, tidak ada peran elite kekuasaan yang selama ini dinilai turut memelihara sentimen rasial demi kepentingan politik.

"Pengepungan di Bukit Duri hanya tajam memotret kejahatan masyarakat kelas bawah, dan bukan hanya tumpul, tapi tidak menyenggol sama sekali kejahatan mereka yang ada di struktur kekuasaan," tulisnya.

Film ini berlatar Indonesia tahun 2027, di tengah kondisi sosial yang semakin memburuk akibat diskriminasi dan perpecahan.

Tokoh utama, Edwin (Morgan Oey), adalah seorang guru pengganti yang idealis. Dia ditugaskan mengajar di SMA Duri, sekolah yang dikenal sebagai tempat bagi anak-anak bermasalah.

Namun, misi Edwin sebenarnya lebih personal. Dia sedang mencari keponakannya yang hilang sejak kerusuhan terakhir.

Di sekolah tersebut, Edwin menemukan kenyataan pahit. Para siswa bukan hanya brutal, tetapi juga tampaknya telah kehilangan empati.

Di balik kebrutalan itu, "Pengepungan di Bukit Duri" menyisipkan narasi bahwa anak-anak ini bukan terlahir jahat, melainkan terbentuk oleh lingkungan sosial yang penuh kekerasan, kebencian, dan ketidakpedulian negara.

Dalam penjelasannya, Joko Anwar membandingkan filmnya dengan karya-karya seperti Parasite (2019), Shoplifters (2018), dan Bully (2001).

Film Pengepungan di Bukit Duri. [X]
Film Pengepungan di Bukit Duri. [X]

Film-film tersebut mengkritik sistem melalui narasi kehidupan rakyat kecil tanpa perlu menyebut penguasa secara langsung.

Menurut Joko Anwar, pendekatan seperti ini justru lebih kuat dan tidak menggurui. "Film adalah pengalaman manusia dan bukan hanya slogan," tutur Joko dalam cuitan panjangnya.

Apakah penjelasan ini akan meredam kritik atau justru memicu perdebatan baru? Waktu yang akan menjawab.

Namun yang pasti, Pengepungan di Bukit Duri telah membuka ruang diskusi yang panas, sesuai harapan Joko Anwar.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinspirasi dari Yayu Unru, Fatih Unru Ingin Punya Sekolah Akting Gratis

Terinspirasi dari Yayu Unru, Fatih Unru Ingin Punya Sekolah Akting Gratis

Entertainment | Selasa, 22 April 2025 | 11:50 WIB

Kilas Balik Perjalanan Karier Fatih Unru, Ogah Dibilang Meneruskan Warisan Sang Ayah

Kilas Balik Perjalanan Karier Fatih Unru, Ogah Dibilang Meneruskan Warisan Sang Ayah

Entertainment | Selasa, 22 April 2025 | 10:20 WIB

Fatih Unru Ungkap Detail Karakter Rangga di 'Pengepungan di Bukit Duri', Bukan Sekadar Tukang Bully

Fatih Unru Ungkap Detail Karakter Rangga di 'Pengepungan di Bukit Duri', Bukan Sekadar Tukang Bully

Entertainment | Senin, 21 April 2025 | 16:05 WIB

Daftar Pemeran Pengepungan di Bukit Duri, Ada Anak Artis

Daftar Pemeran Pengepungan di Bukit Duri, Ada Anak Artis

Entertainment | Minggu, 20 April 2025 | 21:31 WIB

Joko Anwar Minta Maaf Usai Minta Dibuatkan Poster 'Pengepungan di Bukit Duri' Cuma-Cuma, Ada Apa?

Joko Anwar Minta Maaf Usai Minta Dibuatkan Poster 'Pengepungan di Bukit Duri' Cuma-Cuma, Ada Apa?

Entertainment | Minggu, 20 April 2025 | 16:47 WIB

Pendidikan Mentereng Joko Anwar, Berani Sentil Isu Ijazah Palsu Jokowi

Pendidikan Mentereng Joko Anwar, Berani Sentil Isu Ijazah Palsu Jokowi

Entertainment | Sabtu, 19 April 2025 | 15:59 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×