Kritik Pemerintah, Cinta Laura: Tambang Raja Ampat Bukan Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Sumarni, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:24 WIB
Kritik Pemerintah, Cinta Laura: Tambang Raja Ampat Bukan Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Cinta Laura kritik tambang di Raja Ampat (instagram/claurakiehl)

Suara.com - Pembukaan lahan tambang di beberapa pulau kecil di wilayah Raja Ampat, Papua memicu pro kontra di kalangan masyarakat.

Bagi pihak yang kontra, tentu mereka sudah jengah melihat kekayaan alam Papua dieksploitasi tanpa timbal balik sepadan bagi penduduk di sana.

Namun untuk mereka yang mendukung, pertambangan nikel di Raja Ampat dipandang sebagai salah satu jalan pemerintah mewujudkan janji Indonesia Emas 2045 dengan segala kemajuannya.

Mewakili mereka yang tidak setuju dengan penambangan nikel di Raja Ampat, Cinta Laura menilai bahwa masih sangat jauh untuk Indonesia bisa mencapai titik kemajuan yang ditargetkan pemerintah di 2045.

"Aku pesimis, tapi bukan berarti nggak mungkin," ujar Cinta di podcast Daniel Mananta yang tayang di YouTube pada Kamis, 12 Juni 2025.

Malahan, penambangan nikel di Raja Ampat dilihat Cinta Laura sebagai bukti bahwa pemerintah tidak benar-benar serius memikirkan rencana jangka panjang untuk memajukan bangsa.

Sudah banyak proyek lain, yang Cinta Laura yakini cuma bagian dari pencitraan politik dengan tidak memikirkan seperti apa dampak ke depannya bagi kehidupan masyarakat.

"Perencanaan dari orang-orang di atas itu sangat minim. Banyak sekali proyek yang terjadi di Indonesia, mau itu di Jawa, Kalimantan, Papua, di mana pun, itu dilakukan dengan terburu-buru demi gelar di mata publik, bahwa mereka sudah melakukan sesuatu yang baik atau tepat," kata Cinta.

Kemajuan bangsa, menurut Cinta Laura, mestinya tidak ditempuh dengan cara mengorbankan rakyatnya sendiri.

baca juga

Cinta Laura mengambil contoh bagaimana pertambangan nikel di wilayah Maluku sudah mencemari sumber kehidupan penduduknya.

Cinta Laura Geram Raja Ampat Dieksploitasi (Instagram)
Cinta Laura Geram Raja Ampat Dieksploitasi (Instagram)

"Mungkin pemerintah bilang, 'Papua nggak apa-apa kok, ada tambangnya. Nanti kami akan lakukan rehabilitasi'. Nggak usah ngomongin Papua deh. Di Maluku juga ada tambang nikel, aku lupa nama tempatnya. Gara-gara tambang nikel itu, sekarang sumber air masyarakat yang tadinya mereka bisa minum langsung dari sana, sekarang nggak bisa lagi," kisah Cinta.

Pencemaran lingkungan itu, tentu berdampak pada penurunan kualitas hidup penduduk di area sekitar lahan pertambangan.

"Airnya sudah terkontaminasi karsinogen. Jadi mereka bukan hanya kehilangan sumber air bersih, tapi juga terpapar penyakit," lanjut Cinta.

Situasi diperparah dengan maraknya kasus korupsi besar yang belakangan terungkap ke publik, yang menandakan bahwa pemerintah masih punya masalah lain yang harus ditanggulangi dari internal mereka sendiri.

"Dengan segala hal yang sudah terjadi 6 bulan terakhir, apalagi dengan kasus-kasus korupsi yang ada. Kita malah jadi melihat lebih banyak yang tidak baik dari mereka yang memegang posisi penting," tutur Cinta.

Pembenahan internal pemerintah harus dikebut dulu, sebelum mulai memikirkan rencana-rencana untuk memajukan bangsa dari berbagai sektor.

"Kita harus punya etos kerja, mindset dan disiplin. Itu dari atas juga harus melakukan hal yang sama," tegas Cinta.

Selagi di dalam tubuh pemerintahan masih ada orang-orang yang memikirkan kepentingan pribadi, cita-cita mulia memajukan bangsa diyakini Cinta Laura tidak akan terjadi.

"Untuk mencapai Generasi Emas 2045, ya berat aja," kata Cinta.

Cinta Laura sendiri sebelumnya juga sudah menyuarakan keresahan atas jargon-jargon patriotisme, yang pada akhirnya malah disalahgunakan untuk memenuhi kepentingan golongan tertentu.

"Capek denger, 'Ini demi kemajuan bangsa', tapi yang maju cuma segelintir elite. Yang mundur, rakyat kecil yang kehilangan tanah, air dan masa depan," tulis Cinta dalam sebuah unggahan di Instagram.

Kasus pertambangan di Raja Ampat merupakan puncak kekecewaan Cinta Laura, yang sejak sebelumnya sudah memendam amarah melihat tanah Papua diobrak-abrik.

"Aku udah pengin nangis tiap hari. Kenapa orang-orang semurni itu dieksploitasi oleh penduduk mereka sendiri?," tanya Cinta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferry Irwandi Kasih Bukti Tambang Nikel Tak Lebih Menguntungkan dari Wisata Raja Ampat

Ferry Irwandi Kasih Bukti Tambang Nikel Tak Lebih Menguntungkan dari Wisata Raja Ampat

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 13:09 WIB

Bos Antam Klaim Polemik PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Pengaruhi Kinerja

Bos Antam Klaim Polemik PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Pengaruhi Kinerja

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 07:47 WIB

Tak Semua Orang Peduli Lingkungan, Cinta Laura Pilih Pendekatan Sosial Soal Tambang Nikel Raja Ampat

Tak Semua Orang Peduli Lingkungan, Cinta Laura Pilih Pendekatan Sosial Soal Tambang Nikel Raja Ampat

Entertainment | Kamis, 12 Juni 2025 | 22:16 WIB

Cinta Laura: Orang Papua Itu Baik, Kenapa Dieksploitasi?

Cinta Laura: Orang Papua Itu Baik, Kenapa Dieksploitasi?

Entertainment | Kamis, 12 Juni 2025 | 21:43 WIB

Bareskrim Gandeng KLH-Kemen ESDM Usut Izin Nikel Raja Ampat, Kapolri Ungkap Alasannya!

Bareskrim Gandeng KLH-Kemen ESDM Usut Izin Nikel Raja Ampat, Kapolri Ungkap Alasannya!

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:02 WIB

Hotman Paris Bongkar Ketimpangan Tambang Emas di Papua, Warga Tukar Ikan dengan Mi

Hotman Paris Bongkar Ketimpangan Tambang Emas di Papua, Warga Tukar Ikan dengan Mi

Entertainment | Kamis, 12 Juni 2025 | 19:15 WIB

Terkini

Tablig Akbar di Monas, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Indonesia

Tablig Akbar di Monas, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Indonesia

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

×