-
Sebuah video viral memperlihatkan wanita muda panik saat mobil Honda miliknya hendak disita oleh pihak leasing.
-
Dalam rekaman, ia menelpon pria beristri yang ia panggil “Om” dan menuduhnya lalai membayar cicilan mobil yang dijanjikan sebagai hadiah.
-
Wanita itu bahkan mengancam akan membongkar hubungan terlarang mereka kepada istri pria tersebut agar masalahnya segera diselesaikan.
Suara.com - Sebuah video drama di pinggir jalan menjadi viral di media sosial, merekam momen penuh kepanikan seorang wanita muda saat mobil Honda miliknya hendak disita oleh pihak leasing.
Namun, yang membuat video ini meledak bukan sekadar tunggakan cicilan, melainkan percakapan teleponnya yang sarat akan drama, ancaman, dan dugaan adanya hubungan terlarang dengan seorang pria beristri yang ia panggil Om.
Video tersebut memperlihatkan sang wanita, yang tampak sangat tertekan, menelepon seseorang yang ia yakini bertanggung jawab atas mobil tersebut.
Di hadapan petugas leasing yang bersikeras akan membawa mobilnya, ia meluapkan seluruh kekesalannya kepada pria di seberang telepon.
"Ini gimana, Om? Mau dibawa ini mobilnya, Om. Aku di jalan lagi!" ujarnya dengan nada panik.
Ia terdengar menyalahkan pria tersebut karena cicilan mobil tidak pernah dibayarkan, menagih janji yang pernah diucapkan.
"Gimana sih, nggak pernah dibayar-bayar mobilnya? Kan Om janji beliin buat aku," katanya, secara tidak langsung mengungkap bahwa mobil itu adalah pemberian.
Situasi semakin memanas ketika sang wanita menolak untuk bertanggung jawab atas tunggakan tersebut.
Baginya, mobil itu adalah hadiah, dan segala urusan pembayaran seharusnya menjadi kewajiban si pemberi.
Petugas leasing yang tidak terpengaruh oleh drama tersebut dengan tenang menyatakan, "Hutang mah hutang, bayar Mbak, bukan kayak gitu."
Terjepit oleh situasi dan merasa dipermalukan di depan umum, wanita itu akhirnya mengeluarkan senjata pamungkasnya, sebuah ancaman untuk membongkar hubungan mereka kepada istri sah pria tersebut.
"Om, kubilangin istrimu ya, Om!" ancamnya dengan nada serius, berharap gertakannya dapat memaksa pria itu untuk segera menyelesaikan masalah.

Ancaman ini diulanginya beberapa kali, menunjukkan betapa putus asanya ia saat itu.
Ia merasa malu karena masalah pribadinya kini menjadi tontonan. "Malu lah aku nih, mobil mau diambil lagi," keluhnya.
Percakapan telepon itu mengungkap dengan jelas dinamika hubungan mereka.