-
Ketahuan penjarah, Sahroni berhasil menyamar menggunakan debu dari plafon.
-
Momen krusial: melompat dari rooftop ke rumah tetangga untuk selamat.
-
Penyamaran cerdik dan aksi nekat menjadi kunci utama keselamatannya.
Suara.com - Ahmad Sahroni akhirnya menceritakan perjuangannya menyelamatkan diri ketika rumah dijarah yang seperti adegan film.
Ahmad Sahroni yang sempat bersembunyi dalam posisi duduk di bawah meja wastafel dan terhalang pintu selama 7 jam, ternyata sempat berhadapan dengan penjarahnya beberapa kali.
Politisi dari Partai Nasdem ini mengatakan dirinya memang tak hanya diam pasrah selama 7 jam bersembunyi di balik pintu toilet.
Ahmad Sahroni mengatakan dirinya sempat 3 kali keluar dari tempat persembunyiannya dan memantau situasi di luar rumahnya dari rooftop.
"Gue keluar 3 kali di saat isya sambil ngerayap. Itu ada bantal buat gue tiduran sejenak di sini (rooftop) selama 10 menit untuk lihatin orang-orang di bawah, sudah aman belum," ujarnya.
Bahkan, Sahroni juga tak bisa istirahat untuk merebahkan tubuhnya berlama-lama di rooftop ketika menyadari ada orang kembali masuk ke rumahnya.
"Ternyata belum aman. Di kala gue lagi tiduran, tiba-tiba ada orang naik, jadi gue ngumpet lagi di tempat tadi," lanjutnya.
Puncak ketegangan terjadi ketika salah seorang penjarah mendapati dirinya bersembunyi di balik pintu toilet rooftop.
"Lu bayangin ini pintu yang gak bisa ketutup banget. Itu penjarah gak puas, akhirnya lihat ke balik pintu dong dan lihat ada gue di situ," kata Sahroni sambil memperagakan momen saat penjarah menemukannya.
Dalam situasi hidup dan mati itu, Sahroni melakukan penyamaran yang tak terduga.
Wajahnya yang sudah kotor oleh debu dari plafon yang ia rusak sebelumnya menjadi "senjata" utamanya.
"Yang dia tanya 'Lu siapa?'. Gue bilang kalau gue penjaga rumah, tapi muka gue kan udah item semua karena debu dari plafon," ungkapnya.
"Emang sengaja gue (itemin muka pakai debu). Udah kayak main film. Karena kalau gak, udah mati gue," lanjutnya.
Karena penyamarannya itu, Ahmad Sahroni mengaku 3 orang penjarah yang mendapatinya bersembunyi tak menyadari bahwa itu dirinya dan mengira dirinya benar-benar hanya penjaga rumah.
Setelah itulah, Ahmad Sahroni baru kembali keluar toilet dan berusaha kabur ke rumah tetangganya dengan cara lompat dari rooftop.
"Setelah 3 kali gue ketemu orang, 3 kali mereka tanya dan mereka gak ngapa-ngapain gue. Akhirnya gue lompat ke rumah (bawah rumahnya) buat ke rumah gue yang kecil," katanya sambil menunjuk titik di mana ia melompat dari rooftop ke atap bangunan lain.
Namun, misi penyelamatan dirinya ini juga sempat tak berjalan mulus. Saat Sahroni hendak menuju rumahnya yang kecil melalui atap-atap rumah tetangganya, orang-orang yang mejarah rumahnya kembali mendekat ke arah rooftop.
Pada momen itu, Ahmad Sahroni kembali bersembunyi di bawah tembok rooftopnya, lalu turun di belakang rumah tetangganya.
"Terus gue ketok-ketok belakang rumah tetangga, akhirnya gue diamanin dulu sama dikasih minum sebelum akhirnya bisa melarikan diri," tutup Ahmad Sahroni, mengakhiri kisah pelariannya yang dramatis berkat bantuan tetangganya.