- Anggun C Sasmi memilih menggunakan produk perawatan kulit lokal W3B Selfcare sebagai solusi praktis untuk rutinitas sibuknya.
- Penyanyi internasional itu menolak tren krim pemutih, menekankan kebanggaan pada warna kulit eksotis Indonesia yang otentik.
- Keputusan ini merupakan dukungan nasionalisme agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar kecantikan global yang dominan.
Suara.com - Di tengah gempuran tren kecantikan global yang didominasi oleh produk-produk dari Korea Selatan dan Jepang, sebuah angin segar datang dari sosok Anggun C Sasmi.
Diva internasional yang telah puluhan tahun malang melintang di panggung dunia ini baru saja membuat pernyataan menarik: ia kini mempercayakan perawatan kulit wajahnya pada produk lokal buatan anak bangsa.
Keputusan Anggun ini cukup mengejutkan banyak pihak. Sebagai figur publik yang menetap di Eropa dan terbiasa dengan standar kualitas internasional, Anggun dikenal sangat selektif.
Namun, pilihannya jatuh pada brand lokal, W3B Selfcare, bukan sekadar karena alasan sentimentil, melainkan sebuah pembuktian bahwa kualitas racikan Indonesia kini mampu bersaing di level global.
Di balik penampilannya yang selalu memukau, Anggun ternyata penganut kesederhanaan.
![Anggun C Sasmi, Grace Tahir, dan Marcello Tahitoe alias Ello didapuk menjadi brand ambassador W3B Selfcare. [dokumentasi pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/03/45716-anggun-c-sasmi-grace-tahir-dan-marcello-tahitoe-alias-ello.jpg)
Jadwal terbang yang padat dan perubahan cuaca ekstrem di berbagai negara menuntutnya untuk memiliki rutinitas perawatan kulit yang efisien.
Penyanyi 51 tahun ini mengaku bukan tipe wanita yang betah berlama-lama di depan cermin untuk melakukan belasan tahapan perawatan wajah.
"Ini tuh jadi solusi. Biasanya kita pakai serum, krim, toner, segala macam, enggak habis-habis. Ini cuma satu sudah cukup," ujar Anggun, merujuk pada kepraktisan produk lokal yang mengusung konsep all-in-one tersebut.
Bagi Anggun, kemewahan sejati adalah mendapatkan hasil maksimal tanpa harus membuang banyak waktu.
Lebih dari sekadar memilih produk, Anggun juga menyuarakan pesan kuat mengenai standar kecantikan.
Ia secara tegas menolak tren penggunaan krim pemutih (whitening cream) yang masih marak di Asia. Baginya, kecantikan wanita Indonesia justru terletak pada warna kulit aslinya yang eksotis.
![Anggun C Sasmi didapuk menjadi brand ambassador W3B Selfcare. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/02/77358-anggun-c-sasmi.jpg)
"Aku malah enggak suka whitening cream. Kita harus bangga punya kulit secantik ini. Aku kulitnya bukan putih karena orang Jawa, dan ini justru warna kulit yang dicari di mana-mana. Orang luar malah ingin punya kulit seperti kita," kata pelantun "Snow on the Sahara" tersebut.
Anggun menekankan bahwa fokus utama perawatan wajah seharusnya adalah kesehatan kulit, bukan mengubah warna kulit.
"Yang harus dipikirkan adalah punya kulit sehat, itu saja. Cantik itu subjektif, tapi kepercayaan diri datang dari kesehatan kulit. Itu nomor satu. Aku nggak pakai botox, filler, atau apa-apa," imbuhnya.
Dukungan Anggun terhadap industri kecantikan lokal juga didasari oleh semangat nasionalisme.
Ia melihat bahwa selama satu dekade terakhir, pasar kecantikan dunia terlalu berkiblat pada negara tetangga.
"Selama hampir 10 tahun ke belakang Korea, Korea, Korea terus. Sebelumnya Jepang. Indonesia kapan? Dan ini harus dimulai dengan cara seperti ini," ucapnya penuh semangat.
Anggun menceritakan pengalamannya saat syuting di Kanada di tengah gelombang panas (heatwave).
Produk lokal yang ia gunakan terbukti mampu melindungi kulitnya dengan baik, bahkan membuat penata rias di sana terheran-heran karena Anggun jarang memerlukan touch-up.
"Skincare dan makeup di Indonesia tuh banyak yang bagus. Cuma mungkin butuh disosialisasikan," tutur Anggun.
Langkah Anggun ini menjadi pengingat manis bagi wanita Indonesia: bahwa merawat diri tidak harus rumit, dan produk terbaik tidak harus selalu datang dari luar negeri. Terkadang, rahasia kecantikan itu ada di rumah sendiri.