Suara.com - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto baru saja dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Dilantiknya Noe menuai reaksi beragam, sebagian besar tak percaya hingga menanyakan kebenarannya kepada Agus Riyono alias Patub.
"Tenan iki (ini beneran) Mas? @PatubMbel," tanya seorang warganet di X kepada Gitaris Letto tersebut.
Patub membenarkan bahwa Noe menjadi Tenaga Ahli DPN dan telah meminta restu darinya.
Menurut Patub, jabatan yang diemban Noe tidak bersangkutan dengan politik dan sesuai dengan keahliannya.

"Lha yo tenan (iya, beneran). Dan sudah melewati restu saya. Apa saja asal bukan titipan dan bukan jabatan politik, Gus (Noe) e saya restui," jawab Patub.
"Wis wayahe pintere (sudah waktunya pintarnya) menambah tempat dari sekedar podcast, diskusi-diskusi seminar, maiyahan. Nek (Kalau) Bangsa butuh, kudu diwenehi (harus diberi)," sambungnya.
Diungkap Patub, Noe Letto sebenarnya sudah lama membantu pemerintah dalam bidang Pendidikan, Budaya, Pertahanan, dan IPTEK.
Hanya saja baru sekarang Noe mendapatkan jabatan. Maka dari itu, Patub meminta warganet mendoakan rekannya bisa menjalankan tugas dengan baik.
"Doakan saja bkerja sesuai kompetensinya, yang sudah jelas bukan politik dan utang-utangan budi. Sori yee.. Gus e ki pinter tenan (Noe ini pintar beneran)," tegasnya.
Jabatan Noe Letto sebagai Tenaga Ahli DPN pun tak lepas dari kritik.
Pasalnya Noe selama ini cukup sering mengkritik pemerintah sehingga warganet mengkhawatirkan ia diberi jabatan untuk dibungkam.
"Mabuk jabatan. Halah podho wae jebule (sama saja ternyata)," komentar warganet lain yang juga ditanggapi Patub sebagai teman band Noe.
Patub lantas menegaskan bahwa Noe masih terbuka menerima kritikan dengan tetap hadir di berbagai acara Maiyah, yaitu majelis ilmu yang digagas Cak Nun sang ayah.
"Datang saja ke maiyahan yang ada Mas Sabrang (Noe). Tanyakan kompetensinya di staf ahli itu ahli apa," balas Patub.
"Nah, adulah otak dengan dia tentang keahliannya. Jantan. Ayo saya temani, kapan, di mana. Saya pastikan anda dapat kesempatan berdialog," imbuhnya.
Patub pun menjelaskan alasannya memberikan restu karena Noe Letto menjadi Tenaga Ahli, bukan Staf Khusus.
"Mas Sabrang itu jadi Tenaga Ahli, bukan Stafsus. Boleh dikata jadi tenaga ahli itu bukan giveaway. Betul-betul orang yang berkompeten di bidangnya," jelas akun @ferryk***.
"Benar mas. Saya orang pertama yang akan bilang 'PREK' kalo nama jabatannya stafsus. Khusus itu mengada-ada. Kalau ahli ya harus saya akui dia ahli beneran di bidang yang digeluti. Ya kita liat saja kontribusinya," tutup Patub.
Sebagai informasi, Noe Letto merupakan lulusan Universitas Alberta, Kanada jurusan Matematika dan Fisika.
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Rico Ricardo Sirait pun telah menegaskan bahwa Noe Letto dilantik sebagai Staff Ahli bukan karena statusnya sebagai putra Cak Nun.
"Pertimbangan meliputi kompetensi dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional," tandasnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi