Suara.com - Nasib nahas menimpa seorang tukang es gabus bernama Sudrajat yang mendadak didatangi oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat tengah menjajakan dagangannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026).
Tanpa alasan yang jelas, Sudrajat dituding telah menjual es gabus atau es kue yang berbahan dasar spons.
Tak hanya menerima fitnah yang tak mendasar, Sudrajat juga menerima perlakuan tidak menyenangkan dari dua oknum aparat tersebut.
Berikut adalah kronologi kasus tukang es gabus dituduh menjual es berbahan spons selengkapnya.
Video Viral
![Seorang polisi dan anggota TNI menyidak penjual es kue jadul, yang diduga menggunakan bahan berbahaya yang berasal dari spons. Namun kecurigaan tersebut tak terbukti dan bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi. [Instagram]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautamii/7Tuva35AUc4oX1DboqzBe4so76tiHFJU.png)
Awal mula kasus tukang es gabus tersebut viral bermula dari sebuah video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan saat kedua aparat tersebut tengah mengintimidasi seorang tukang es yang belakangan diketahui bernama Sudrajat.
Dalam video tersebut, mereka terlihat mengintimidasi tukang es gabus malang tersebut.
“Tahu kan kamu ini dari busa kan? Kenapa kamu jual?" katanya dari video yang beredar luas.
Dengan tegas, ia menyebut bahwa es tersebut berbahaya jika dikonsumsi anak-anak
“Ini kalau dimakan sama anak kecil ini bikin penyakit,” lanjutnya.
Dalam video, Sudrajat tampak pasrah dan tidak berkutik mendapat intimidasi dari kedua aparat tersebut.
Sudrajat Alami Penganiayaan
Tak hanya diintimidasi dan difitnah, Sudrajat yang sudah berjualan lebih dari 30 tahun itu mengaku mendapatkan penganiayaan dari aparat tersebut.
“Dia beli es kue, bapaknya polisi saya belum tahu. Dibejek-bejek es kue saya kayak kapas,” kata Sudrajat.
Sudrajat bahkan mengaku ditendang, dipukul, hingga wajahnya dilempari es kue dagangannya.
“Terus es kue saya dilempar di muka saya. Saya ditendang apa, semua, dikepret, ditonjok sama polisi,” ujar Sudrajat.
Setelah dilakukan uji laboratorium, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa es kue yang dijual Sudrajat ternyata aman dikonsumsi, tidak seperti apa yang dituduhkan kedua aparat tersebut.
Minta Maaf
Usai videonya viral, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan permohonan maafnya atas kegaduhan yang ditimbulkan atas beredarnya video tersebut.
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas membuat video tentang penjual es spons di wilayah Kemayoran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ucapnya dalam video yang diunggah akun resmi @polresmetrojakartapusat, pada Selasa (27/1/2026).
Fitnah Berujung Berkah
Setelah kisahnya viral di media sosial, Sudrajat kini mendapat berkah atas kesabarannya menerima fitnah dan perlakuan tak menyenangkan dari oknum aparat tersebut.
Bantuan dari berbagai pihak pun mulai berdatangan untuk diberikan kepada Sudrajat.
Beberapa bantuan tersebut di antaranya berasal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang memberikan bantuan berupa sembako.
Sementara itu dilihat dari unggahan yang dibagikan akun @infodepok_id, Sudrajat juga menerima sebuah sepeda motor dari Kapolres Depok, Abdul Waras, yang langsung mendatangi kediaman Sudrajat pada Selasa (27/1/2026).
Bukan cuma itu, pengacara kondang Hotman Paris juga memastikan akan memberikan bantuan hukum kepada Sudrajat. Hotman segera mengirim 10 pengacara ke rumah pria 50 tahun tersebut.
Kontributor : Rizka Utami