- Film horor Indonesia seperti Pencarian Terakhir, Maryam, dan Dia Bukan Ibu menyapu bersih posisi tiga besar.
- Meski horor berkuasa, drama romantis Korea dan drama keluarga inspiratif tetap diminati penonton di posisi empat dan lima.
- Film yang masuk daftar populer merupakan kombinasi antara rilisan baru, kisah yang diangkat dari podcast viral, hingga film bertema isu sosial.
Melengkapi dominasi horor di posisi tiga besar adalah Dia Bukan Ibu. Berbeda dengan dua film sebelumnya yang kental dengan unsur petualangan dan mistis tradisional, film yang dibintangi Aurora Ribero dan Artika Sari Devi ini lebih mengarah ke horor psikologis yang menyesakkan.
Cerita berfokus pada kecurigaan Vira (Aurora Ribero) terhadap perubahan perilaku ibunya, Yanti (Artika Sari Devi), setelah melewati proses perceraian yang berat.
Yanti yang semula terpuruk tiba-tiba bertransformasi menjadi sosok yang sangat ceria, energik, bahkan meraih kesuksesan finansial secara instan. Namun, di balik itu, muncul sisi gelap yang mengerikan.
Ketegangan memuncak saat muncul pertanyaan besar bagi Vira, "apakah sosok tersebut masih ibunya atau entitas lain." Film ini sukses memainkan emosi penonton dengan memadukan isu trauma keluarga dan horor supranatural.
4. Even If This Love Disappears Tonight
Untuk kamu yang ingin rehat sejenak dari ketegangan horor, posisi keempat ditempati oleh film Korea yang menyayat hati, Even If This Love Disappears Tonight.
Meskipun bergenre drama romantis remaja, film ini memiliki kedalaman emosi yang mampu menarik minat penonton dewasa. Fokus utamanya adalah tentang bagaimana cinta diuji oleh keterbatasan fisik dan ingatan.
Film ini menceritakan dua pelajar sekolah menengah yang harus menjalani hubungan unik karena salah satu dari mereka menderita gangguan ingatan yang membuat memori setiap harinya terhapus saat ia tidur.
5. Jendela Seribu Sungai (2023)
Menutup daftar lima besar adalah Jendela Seribu Sungai, sebuah drama keluarga inspiratif yang mengambil latar keindahan kota Banjarmasin.
Film ini membuktikan bahwa konten berkualitas dengan pesan moral yang kuat tetap memiliki tempat di hati pelanggan Netflix. Ceritanya mengikuti perjuangan tiga anak di Banjarmasin, yaitu Arian, Bunga, dan Kejora, dalam mengejar impian di tengah keterbatasan fisik, adat, dan tekanan orang tua."
Melalui bimbingan seorang guru bernama Bu Sheila, ketiga anak ini berusaha mendobrak batasan sosial di lingkungan mereka.
Konflik yang diangkat sangat nyata dan menyentuh, mulai dari "Kejora yang dipaksa menjadi dukun, Arian yang ingin menjadi seniman, dan Bunga, penyandang cerebral palsy yang bercita-cita menjadi penari."