Belakangan, dia juga disematkan istilah "Hyangdo" yang secara historis diperuntukkan bagi pemimpin tertinggi atau calon penerus resmi.
Penggunaan gelar tersebut bukan sekadar simbol linguistik, melainkan pesan politik yang sangat terukur.
Dalam sejumlah acara kenegaraan, posisinya sering ditempatkan sejajar atau dekat dengan Kim Jong Un.
Penempatan fisik dan bahasa resmi negara memperlihatkan konstruksi citra kepemimpinan yang sedang dibangun bertahap.
4. Citra Publik di Mata Internasional

Penampilan Kim Ju Ae kerap menjadi perhatian karena busana dan gaya rambutnya terlihat semakin dewasa.
Beberapa pengamat menilai perubahan gaya tersebut sebagai bagian dari strategi pembentukan citra pemimpin masa depan.
Dia juga disebut pernah mengenakan busana merek Barat yang memicu diskusi luas internasional.
Sorotan global terhadap dirinya menunjukkan besarnya perhatian dunia pada dinamika suksesi Korea Utara.
Meski usianya masih sangat muda, Ju Ae kini telah menjadi simbol keberlanjutan kekuasaan Dinasti Kim.
Kontributor : Chusnul Chotimah