Suara.com - Isyana Sarasvati dituduh bergabung dengan sekte pemuja setan karena visual dalam proyek terbarunya yang bertajuk Abadhi.
Perbincangan tersebut bermula dari sebuah cuitan viral di platform X yang menuding Isyana bergabung dengan sekte satanik.
Tudingan tersebut muncul setelah warganet menyoroti simbol visual mata satu yang muncul dalam video proyek musik bertajuk Eklektiko: This is Abadhi.
Video tersebut merupakan bagian dari rangkaian karya konseptual Isyana Sarasvati yang menggabungkan unsur musik, visual artistik, serta narasi simbolik.
Seorang warganet mengaku terkejut melihat perubahan konsep artistik yang dibawakan Isyana dalam proyek musik terbarunya.
"Jujur kaget banget dengan perubahan Isyana Sarasvati, sekarang lagi banyak yang ngebahas ini, terus ada spekulasi yang katanya dia join sekte gitu," tulisnya.
Dia juga menyampaikan harapannya agar spekulasi tersebut tidak benar dan mengaku merindukan karya Isyana di era lagu Tetap Dalam Jiwa.
Selain simbol mata satu, sebagian warganet juga menyoroti penggunaan kata Babel sebagai judul salah satu lagu dalam proyek tersebut.
Istilah Babel dalam narasi Alkitab dikenal sebagai kisah Menara Babel yang menggambarkan manusia mencoba mencapai langit karena keangkuhan.
Dalam simbolisme keagamaan, Babel juga sering dimaknai sebagai gambaran kekacauan dan sistem yang dianggap menentang Tuhan.
Sejumlah warganet kemudian mengaitkan simbol-simbol tersebut dengan teori konspirasi mengenai kelompok pemuja setan di industri hiburan.
"Mau ada yang bilang seni apa pun itu, kalau tema-temanya seperti ini memang menjurus ke sana sih, kalau aku bakal skip," tulis seorang pengguna media sosial.
Warganet lain bahkan menyinggung teori tentang sekte satanik yang menurutnya memiliki simbol serupa dengan yang muncul dalam video tersebut.
Meski begitu, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang membela Isyana dan menilai tuduhan tersebut terlalu dipaksakan.
Sebagian penggemar menilai simbol-simbol tersebut merupakan bagian dari estetika seni yang lazim digunakan dalam komunitas musik metal.
Mereka juga mengingatkan bahwa interpretasi karya seni sering kali berbeda tergantung sudut pandang penikmatnya.
Menanggapi tuduhan yang beredar, Isyana Sarasvati akhirnya memberikan respons melalui unggahan Instagram Story pribadinya pada Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam unggahan tersebut, dia membagikan komentar warganet yang menyinggung bagaimana karya seni sering disalahartikan oleh publik.
"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," kata komentar tersebut.
Dia juga menambahkan bahwa asumsi sering kali muncul lebih cepat dibandingkan keinginan untuk memahami makna karya tersebut.
"Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini. Amin," lanjut komentar dalam unggahannya.
Selain itu, Isyana juga membagikan penggalan lirik dari salah satu lagunya yang menjadi bagian dari proyek Abadhi.
"Sometimes pure light. Sometimes cruel tides. I am passing through," tulisnya dalam bahasa Inggris.
Jika diterjemahkan, lirik tersebut bermakna tentang perjalanan manusia yang melewati berbagai fase kehidupan yang tidak selalu mudah.
Sebagai informasi, visual mata satu yang memicu kontroversi muncul dalam video Eklektiko: This is Abadhi yang dirilis 2 Februari 2026.
Simbol yang sama juga terlihat dalam teaser Abadhi: The Final Chapter of Eklektiko (Official Teaser) yang dirilis beberapa hari setelahnya.
Kontributor : Chusnul Chotimah