Keberadaan drone LUCAS yang "menyamar" sebagai drone Iran ini pun tak luput dari kritik tajam.
Sejumlah kalangan militer menilai desain LUCAS sengaja dirancang sangat mirip dengan Shahed-136 untuk melakukan false flag attack atau serangan bendera palsu, serangan yang dibuat seolah-olah dilakukan pihak lain untuk menyamarkan pelaku sebenarnya.
Dengan gagalnya ledakan drone ini di Irak, taktik yang seharusnya tersembunyi kini menjadi konsumsi publik, memicu pertanyaan besar mengenai etika peperangan modern dan transparansi operasi militer di era kepemimpinan saat ini.
Beberapa netizen Indonesia bereaksi melihat kabar viral tersebut.
Netizen menilai Amerika memiliki strategi licik dengan meniru drone Iran.
"Liciknya Amerika," celetuk netizen.
"AS: yah gagal dah gua buat propaganda," komentar netizen lain.
Isu ini menjadi bukti betapa tipisnya batasan antara teknologi pertahanan dan strategi manipulasi informasi di medan tempur digital maupun fisik.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Baca Juga: Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang