- Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim terkait hasil sidang adat yang telah ia jalani di Toraja.
- Pandji dan tim hukumnya mendorong penyelesaian melalui restorative justice karena sanksi adat dan mediasi dengan perwakilan sah masyarakat Toraja telah terpenuhi.
- Kasus yang dipicu video lama tahun 2013 ini menjadi pelajaran bagi Pandji untuk lebih berhati-hati dalam meriset materi komedi di masa depan.
Dalam prosesi tersebut, dia telah menyampaikan permohonan maaf dan menjalani sanksi berupa denda hewan ternak sesuai ketentuan adat setempat.
Menanggapi kemungkinan adanya mediasi lanjutan dengan pihak pelapor yang berada di Jakarta, Pandji menyerahkan hal tersebut kepada keterwakilan masyarakat adat.
"Sidang kemarin sidang yang sah, sidang yang lengkap keterwakilan wilayah adatnya. Kalau ada yang harus dimediasi mungkin mereka berdua (pelapor dan perwakilan masyarakat adat)," tuturnya.
Meski harus berurusan dengan hukum, Pandji mengaku mengambil banyak pelajaran dari kejadian ini.
Dia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam meriset dan menyusun materi komedi di masa depan agar tidak lagi menimbulkan kegaduhan serupa.
"Saya sudah berkomitmen juga untuk lebih baik lagi dalam menulis joke, materi stand up comedy," tutupnya.