- Ardit Erwandha menangis usai syuting film Tunggu Aku Sukses Nanti karena perannya sangat mencerminkan hidupnya.
- Film yang mengangkat isu tekanan keluarga ini dijadwalkan tayang perdana serentak pada 18 Maret 2026.
- Sutradara Naya Anindita memilih pemain dari lingkaran pertemanan untuk menciptakan suasana yang organik.
Suara.com - Ardit Erwandha tertangkap kamera menyendiri dan menangis usai menyelesaikan proses syuting film Tunggu Aku Sukses Nanti.
Komika yang memerankan karakter utama bernama Arga ini mengaku emosinya terkuras habis karena naskah film tersebut sangat mencerminkan perjalanan hidup pribadinya di dunia nyata.
Dalam sesi konferensi pers yang digelar di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Maret 2026, jajaran pemain dan sutradara membeberkan cerita proses kreatif di balik layar.
Film yang dijadwalkan mengisi slot libur Lebaran 2026 ini mengangkat isu sensitif mengenai tekanan sosial dan ekonomi dalam keluarga besar.
Sutradara Naya Anindita mengungkapkan bahwa pemilihan pemain dalam proyek ini dilakukan dengan pendekatan personal.
![Konferensi pers film lebaran Tunggu Aku Sukses Nanti yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/10/33217-konferensi-pers-film-lebaran-tunggu-aku-sukses-nanti.jpg)
Dia sengaja menarik orang-orang dari lingkaran pertemanannya untuk menghidupkan suasana keluarga dan persahabatan yang organik.
"Treatment yang saya buat sebenarnya karena saya cukup paham betul karakternya Ardit. Makanya mungkin kalau dilihat, ini Naya and friends ya. Ada Reza, ada Vita, ada Cece (Marcela FP)," kata Naya Anindita.
"Buat saya akan lebih mudah jika saya mencarinya justru ke dalam, bukan ke luar. Mencari orang-orang yang hadir di hidup saya, yang selama ini mendukung saya seperti layaknya Arga didukung oleh sahabat-sahabatnya," sambungnya.
Keterikatan personal itu pula yang membuat Ardit Erwandha merasakan beban peran yang luar biasa. Dia menyebut karakter Arga bukan sekadar peran, melainkan refleksi dari masa sulitnya sebelum dikenal publik.
Baca Juga: Vidi Aldiano Wafat, Sheila Dara Sebenarnya Lebih Pilih Meninggalkan daripada Ditinggalkan
"Jujur, setelah wrap shooting, saya melipir sendiri terus nangis. Saya ditenangkan oleh Reza Chandika karena segala beban syutingnya di luar comfort zone saya. Saya nggak tahu hasilnya bagaimana, tapi Ardit belajar banyak dari Arga bagaimana memvalidasi perasaan," ungkap Ardit.
![Ardit Erwandha, pemeran utama film Tunggu Aku Sukses Nanti dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/10/79445-ardit-erwandha.jpg)
Dia menambahkan bahwa penderitaan Arga dalam film, mulai dari tekanan ekonomi hingga minder di depan keluarga, adalah hal yang pernah dia lalui.
"Naik TransJakarta subuh-subuh itu saya, bagi-bagi brosur itu saya, muka kucel kumal itu saya, bahkan diputusin karena enggak punya duit juga saya. Mungkin 70 persen Arga itu ada dalam diri saya. Pesan saya, jadikan ambisi, jangan jadi dengki," tegas sang aktor utama.
Kedalaman akting juga lahir dari tantangan yang diberikan kepada aktor senior. Ariyo Wahab, yang berperan sebagai ayah Arga, mengaku sempat terkejut ketika diminta mengikuti proses casting, sesuatu yang jarang ia lakukan di tahap kariernya saat ini.
"Pas pertama ditawarin, aku baca sinopsisnya dan ini potensinya bagus banget. Tapi aku bingung karena disuruh casting sama Naya. Aku merasa, 'Hah, casting?', karena selama ini aku enggak menjalankan sistem seperti itu. Tapi untuk film ini, aku merasa aku harus melakukannya. Akhirnya kita coba beberapa scene dan ternyata cocok," beber Ariyo Wahab.
Pendekatan natural juga dirasakan oleh lawan mainnya, Lulu Tobing. Aktris yang memerankan ibu Arga ini menyebut atmosfer di lokasi syuting sangat cair sehingga chemistry antar-pemain tidak terasa seperti dibuat-buat.
"Naya berhasil menyatukan semua orang hingga chemistry-nya langsung nyambung. Seakan-akan memang kita lagi ada di rumah nenek, natural saja, dan ada kamera yang merekam kita. Jadi rasanya enggak kayak lagi kerja atau syuting," jelas Lulu Tobing.
Satu momen yang diprediksi akan menjadi adegan paling ikonik adalah kemunculan mendiang Vidi Aldiano sebagai kameo. Dalam adegan tersebut, Vidi beradu akting dengan sahabatnya, Reza Chandika.
Film ini menjadi karya layar lebar terakhir Vidi sebelum ria mengembuskan napas terakhirnya akibat kanker ginjal yang dideritanya.
Reza Chandika membeberkan bahwa adegannya bersama Vidi sama sekali tidak menggunakan naskah dialog. Hal ini dilakukan untuk menangkap momen persahabatan mereka yang asli.
"Itu enggak pakai skrip loh. Sebenarnya itu bukan nulis ya, karena gue sama Vidi memang suka 'bacot' ya. Cuma instruksi action saja, tapi nggak ada dialognya," kenang Reza Chandika.
"Jadi apa yang terjadi di film ini super natural, benar-benar kayak lagi hari-hari biasa saja sampai akhirnya Naya bilang cut. Kayak di Podhub (konten YouTube), benar-benar main saja," sambungnya lagi.
![Ariyo Wahab dan Lulu Tobing, pemeran film Tunggu Aku Sukses Nanti dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/10/21065-ariyo-wahab-dan-lulu-tobing.jpg)
Naya Anindita membenarkan bahwa dia sengaja membiarkan adegan itu mengalir tanpa naskah demi menghormati ikatan persahabatan mereka.
"Itu tidak ada di skrip, sorry banget. Kita tulis (adegannya) memang demi sahabat kita," sahut Naya.
Selain sisi emosional, film ini juga diperkuat dengan unsur komedi situasi yang lekat dengan realitas Lebaran di Indonesia.
Sarah Sechan, yang memerankan Tante Yuli, menyebut karakternya sebagai perwakilan dari anggota keluarga yang sering dianggap menyebalkan namun sebenarnya peduli.
"Naya sudah melihat saya sebagai pribadi yang julid. Ini Sarah Sechan yang suka nyinyir enggak jelas di Instagram, jadi katanya cocok jadi Tante Yuli," kata Sarah Sechan sambil tertawa.
"Menjadi Tante Yuli itu menyenangkan karena di tiap keluarga pasti ada yang seperti itu, termasuk di keluarga saya sendiri," tambahnya lagi.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti menyoroti dinamika extended family di Indonesia, di mana urusan pribadi sering kali menjadi konsumsi keluarga besar.
Naya berharap film ini bisa menjadi cermin sekaligus penguat bagi anak muda yang sedang berjuang menaikkan martabat keluarga di tengah tekanan sosial.
"Saya berharap Arga-Arga di luar sana bisa terwakilkan oleh film ini. Buat orang-orang yang hidupnya berjuang untuk mengangkat derajat keluarga, film ini saya persembahkan buat kalian," ujarnya.
"Semoga nanti pas Lebaran bisa nonton, ajak tante, om, dan keluarga besar untuk sekalian 'disentil' dikit lewat karakter seperti Tante Yuli," tutup Naya Anindita.
Film ini direncanakan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen mudik dan kumpul keluarga di hari raya.