- Seorang pengguna TikTok @ranranieek mengaku mengalami pelecehan seksual oleh ustaz yang dipercayainya pada Senin, 20 April 2026.
- Korban tidak dapat menempuh jalur hukum karena kendala ketiadaan bukti fisik serta penolakan dari pihak keluarga.
- Kasus pelecehan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan meskipun korban masih menanggung trauma mendalam akibat peristiwa itu.
Suara.com - Media sosial TikTok tengah dihebohkan dengan pengakuan pilu seorang pengguna dengan akun @ranranieek. Ia mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual.
Hal yang membuat publik terkejut adalah sosok terduga pelakunya. Oknum tersebut merupakan ustaz yang selama ini sangat dihormati dan dipercayai oleh korban.
"Kenapa sih ada orang kayak gitu, gue nggak suka," ucapnya sambil menangis dalam video pada Senin, 20 April 2026.
Si pemilik akun lantas mengungkap siapa sosok pelaku yang diduga melakukan pelecehan kepada dirinya.
"Sedih banget ustaz yang aku percayai ternyata akhirnya melecehkan aku," tutur si pemilik akun.
Kejadian traumatis ini dibagikan melalui sebuah unggahan video singkat. Curhatan tersebut langsung menarik perhatian ribuan netizen yang merasa ikut prihatin.
Warganet segera membanjiri kolom komentar dengan berbagai saran. Banyak dari mereka yang mendorong agar korban segera melaporkan kejadian bejat itu ke pihak berwajib.
Namun, langkah hukum tampaknya sulit untuk ditempuh sang pemilik akun. Ada kendala besar yang harus ia hadapi dari sisi internal keluarganya sendiri.
Orang tua korban memilih tidak memperpanjang masalah ini ke jalur hukum.
"Orang tua aku memilih diam kak, karna kami bukan orang berada (ga bakal dinotice)," ungkapnya dengan nada penuh kepasrahan.
Selain faktor ekonomi, ketiadaan bukti fisik juga menjadi alasan yang memberatkan. Hal ini membuat korban merasa pesimis jika harus menuntut keadilan secara resmi.
"Aku nggak bisa guys, karena nggak ada bukti dan saksi saat aku di lecehkan," tuturnya sembari menyematkan emoji hati yang patah.
Kini, kasus yang menghebohkan jagat maya tersebut tampaknya berakhir dengan jalan kekeluargaan.
Meskipun hati korban tentu masih menyimpan trauma dan luka yang sangat mendalam.
"Untuk semuanya, terima kasih. Saya mau bilang aja kalo ortu saya memilih damai sama si pelaku," jelasnya melalui unggahan di TikTok.