- Seorang pengemudi mobil pribadi menghadang bus TransJakarta di kawasan Jalan Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 April 2026.
- Pengemudi mobil melakukan intimidasi verbal serta memepet bus setelah gagal menyalip kendaraan tersebut saat menurunkan penumpang.
- Insiden yang melibatkan mobil berstiker TNI AL ini memicu perhatian luas warganet karena dianggap merugikan kepentingan umum.
Suara.com - Dunia maya dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi kurang terpuji seorang pengendara mobil pribadi terhadap transportasi publik.
Peristiwa ini melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang nekat menghadang laju bus TransJakarta di kawasan Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan unggahan, insiden tersebut terjadi di Jalan Kemang, tepatnya pada rute Koridor 6N (Ragunan-Blok M).
Kejadian yang memicu emosi warganet ini berlangsung pada Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 12.00 WIB siang hari.
Kronologi bermula saat bus TransJakarta sedang berhenti untuk menurunkan penumpang di salah satu titik pemberhentian.
"Mobil hitam tersebut hendak menyalip namun gagal, lalu memaksa masuk sambil memaki sopir bus," tulis keterangan dalam unggahan di akun Instagram@/maju.idn.
Meski mendapatkan perlakuan tak menyenangkan, sopir bus TransJakarta memilih tenang dan tidak merespons.
Sikap diam sang sopir bus rupanya justru membuat pengendara mobil tersebut semakin tersulut emosi dan bertindak lebih jauh.
Karena tidak mendapatkan tanggapan, pengemudi mobil tersebut memepet bus hingga akhirnya benar-benar menghadang laju kendaraan besar itu.
Pengemudi mobil yang merupakan seorang pria paruh baya berbaju hijau itu sempat turun dari kendaraannya untuk meluapkan kekesalan.
Ia kemudian mengambil ponsel miliknya dan diduga merekam atau memotret wajah sopir bus sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.
Kehadiran stiker institusi TNI AL pada kaca belakang mobil tersebut langsung memancing reaksi keras dan beragam komentar dari para netizen.
"@tni_angkatan_laut kalau pakai stiker ini bebaskah berkendara?" tulis salah satu warganet yang mempertanyakan urgensi atribut tersebut.
Warganet lain juga menyayangkan sikap pengemudi yang dianggap tidak memprioritaskan kepentingan penumpang angkutan umum yang sedang bertugas.
"Utamakan tranportasi yang melayani masyarakat umum pak tua," tegas salah satu komentar netizen yang merasa geram dengan aksi penghadangan itu.