Suara.com - Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah, mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari sembilan siswanya usai perubahan jadwal presentasi di kelas.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan siswa mengacungkan jari tengah kepada gurunya.
Aksi para siswa itu memicu reaksi publik karena dinilai mencerminkan kurangnya adab dalam lingkungan pendidikan yang seharusnya menjunjung etika.
Syamsiah pun angkat bicara dan menyampaikan sikapnya yang memilih tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum meski dianggap serius.
Dia menegaskan tidak memiliki niat untuk melaporkan para siswa karena memandang perannya sebagai guru adalah membimbing, bukan menghukum.
"Sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan, dan di saat itu pun anak-anak menangis dengan kesalahannya," ucap Syamsiah menjelaskan kondisi setelah kejadian berlangsung.
Dia menambahkan bahwa memaafkan merupakan kewajiban moral seorang guru demi membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik.
"Karena kewajiban saya sebagai guru wajib memaafkan anak didik agar menjadi generasi yang berakhlak dan menyadari kesalahan," lanjutnya menegaskan.
Syamsiah juga menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk kesalahan langkah yang masih bisa diperbaiki melalui pembinaan dan pendekatan yang tepat.
"Ini adalah salah melangkah, dan saya berharap anak itu selamat dunia akhirat serta sukses dunia akhirat," katanya menambahkan doa tulusnya.
Dia kembali menekankan bahwa tujuan utama pendidikan adalah membimbing siswa agar memahami nilai moral dan memperbaiki perilaku mereka ke arah lebih baik.
Sebagai guru yang telah mengabdi sejak 2003, Syamsiah mengaku baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini sepanjang kariernya.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak mengubah komitmennya untuk tetap mendidik dengan pendekatan karakter yang mengedepankan nilai etika.
Respons penuh empati dari Syamsiah kemudian memicu berbagai komentar warganet yang merasa terenyuh sekaligus kagum dengan ketulusannya.
"Bu At*n S, guru saya dulu, beliau selalu memberi energi positif dan percaya muridnya bisa berhasil," komentar seorang warganet.