Adhi menilai emisi tersebut berpotensi mengganggu sistem kontrol kendaraan seperti ECU pada mobil berbahan bakar maupun VCM pada mobil listrik.
"Emisi ini mengganggu kerja ECU atau VCM sehingga fungsi kelistrikan terganggu dan mesin mobil bisa mati mendadak," jelasnya rinci.
Dia memperingatkan bahwa kondisi mesin mati di atas rel dapat memperbesar risiko kecelakaan seperti yang terjadi dalam kronologi awal insiden.
Adhi juga menegaskan bahwa sistem palang pintu telah dirancang berdasarkan perhitungan jarak aman yang mempertimbangkan faktor induksi tersebut.
"Waktu buka tutup pintu lintasan sudah diprogram berdasarkan jarak induksi aman yang dihitung secara matematis," tulisnya.
Direktur Eksekutif MECATA Foundation itu menutup dengan peringatan tegas agar pengguna jalan tidak melanggar aturan perlintasan demi menghindari risiko fatal di lintasan kereta.
"Perhitungan matematis itu lebih berkuasa, makanya jangan dilanggar," tegas Adhi dalam bagian akhir tulisannya.
Adhi S. Soembagijo memiliki latar belakang akademis dan profesional di bidang teknik.
Dia sering menjadi pembicara dalam berbagai forum mengenai teknologi, sistem otonom, dan kecerdasan buatan, termasuk Studium Generale di ITB.
Kontributor : Chusnul Chotimah