- Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap 50 santriwati dengan modus manipulasi "kasih sayang ayah" dan cuci otak.
- Pelaku diketahui telah melakukan aksi bejat sejak 2008, pernah didemo warga, namun tetap bebas beroperasi hingga memakan puluhan korban baru.
- Selain mencabuli santriwati di pesantren, pelaku diduga sering memesan wanita di bawah umur saat tinggal di kontrakan.
Suara.com - Hotman Paris Hutapea ikut turun tangan mengawal kasus pencabulan terhadap 50 santriwati. Sosok yang diduga melakukan dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah pengurus pondok pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari.
Dalam pertemuan tersebut, Hotman didampingi salah satu korban yang masih berusia sangat muda, sebut saja Si Neng. Korban tampak masih trauma dan harus menggunakan penyamaran demi melindungi identitasnya dari publikasi luas.
"Sebelah kiri saya adalah Si Neng, namanya Si Neng aja ya," kata Hotman Paris sembari menunjuk korban yang didampingi ayah kandungnya dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis, 7 Mei 2026.
Hadir pula pria berinisial KS, dia bekerja cukup lama di pesantren sehingga mengetahui gerak gerik Ashari.
Berdasarkan pengakuan Neng kepada tim Hotman 911, tindakan asusila tersebut sudah berlangsung selama hampir tiga tahun. Korban yang masih di bawah umur ini kerap diminta masuk ke kamar pelaku dan dipaksa melakukan tindakan yang tidak senonoh.
"Sudah hampir 3 tahun dia di situ, selalu diminta tidur sama si laki itu," ungkap Hotman Paris.
Lebih mengerikan lagi, Hotman membeberkan detail tindakan pelecehan seksual secara spesifik yang dialami oleh korban.
Tindakan tersebut dilakukan berulang kali hingga meninggalkan trauma mendalam bagi santriwati yang seharusnya menimba ilmu agama tersebut.
"Tapi yang jelas menurut pengakuannya, sudah sering disuruh 'hisa*', ya," lanjut Hotman Paris menjelaskan modus operandi yang dilakukan tersangka.
Hotman Paris juga merasa geram karena pelaku diduga mencari mangsa lain di lingkungan pesantren jika salah satu korban sedang berhalangan.
Hal ini menunjukkan pola perilaku predator yang sangat berbahaya di dalam lembaga pendidikan tersebut.
"Dan kalau dia berhalangan, cewek lain yang dipanggil," cetus pengacara yang dikenal dengan gaya nyentriknya tersebut.
Saksi KS menambahkan bahwa rekam jejak Kiai Ashari sebenarnya sudah bermasalah sejak 2008.
Warga setempat ternyata pernah menggeruduk pesantren tersebut karena mencium adanya praktik pelecehan terhadap kaum hawa.
"Iya, dari 2008 itu pernah didemo masyarakat situ," jelas KS saat memberikan keterangan di depan Hotman Paris.
Dugaan kejahatan di masa lalu itu bahkan lebih ekstrem karena dikabarkan ada korban yang sampai hamil.
Namun, proses hukum kala itu seolah tidak berjalan maksimal sehingga pelaku masih bisa melanjutkan aktivitasnya di pesantren.
Setelah sempat didemo, Ashari dikabarkan sempat pindah tempat tinggal sementara di sebuah lokasi dekat pom bensin.
Sayang, perilakunya tidak berubah dan justru semakin berani memesan wanita yang mayoritas masih duduk di bangku sekolah menengah.
"Ngontrak di pom bensin depan Waturoyo itu selama 2 tahun. Di situ tiap malam pesan cewek gonta-ganti," kata KS.
KS juga memaparkan bagaimana cara Ashari memanipulasi para santriwati dengan dalih kasih sayang seorang ayah.
![Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/47770-kiai-ashari-dari-pondok-pesantren-di-pati-ditangkap-karena-kasus-pencabulan-terhadap-puluhan-santri.jpg)
Pelaku mencoba mencuci otak para korban agar merasa lebih dekat dengan dirinya ketimbang dengan orangtua kandung mereka sendiri.
"Setiap wanita itu dianggap anak dia, terus diputus hubungan dari orangtuanya, dijadikan anak dia," beber KS mengungkap taktik manipulasi pelaku.
Perlakuan fisik yang tidak wajar pun kerap terlihat oleh orang-orang di sekitar pondok pesantren tersebut.
Pelaku seringkali melakukan kontak fisik yang berlebihan kepada para santriwati di depan umum dengan dalih sebagai bentuk perhatian.
"Nah, terus setiap salaman itu, dicium pipi kanan kiri, batuk (kening), dan juga itu... lambenya (bibirnya)," kata KS.