- Cecil Yang memulai kariernya sebagai pembuat video cover rap sebelum bergabung dengan sub-label Floor Inc.
- Ia merilis berbagai lagu orisinal dan berkolaborasi dengan Diskoria serta Laleilmanino melalui karya berjudul "Djakarta".
- Cecil memperluas kariernya ke industri fashion dan kecantikan lewat kolaborasi bersama merek global ASICS dan Somethinc.
Ia bertransformasi menjadi seorang storyteller yang lihai memainkan melodi, mood, dan gaya.
Keunikan inilah yang kemudian memikat dunia kreatif di luar musik. Cecil membuktikan bahwa musiknya memiliki "estetika visual" yang kuat.
Hal ini terbukti saat brand olahraga global, ASICS, meliriknya. Kolaborasi ini bukan sekadar kontrak brand ambassador biasa; ASICS bahkan memproduksi video musik untuk lagu "Call It Love", menyatukan ritme musik Cecil dengan kultur sneakers dan fashion.
Tak berhenti di situ, dunia kecantikan pun mulai melirik magnet seorang Cecil Yang.
Somethinc membawanya masuk ke ruang kolaborasi yang lebih kompleks, mempertemukannya dengan penyanyi Janita Gabriela dan produser musik elektronik ternama, Dipha Barus.
Kolaborasi lintas disiplin ini melahirkan sebuah karya yang menyentuh aspek musik, beauty, hingga creative direction.
Mendobrak Stigma Rapper Perempuan
Menjadi perempuan di skena hip-hop yang maskulin tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun, bagi Cecil, hal itu justru menjadi bahan bakar.
"Jadi rapper perempuan itu enggak gampang tapi enggak susah. Ada perasaan, 'masa gue enggak bisa sih, masa cowok doang?' Karena passion dari kecil, menjalaninya enggak sesusah yang dibayangkan," tuturnya dengan nada optimis.
Apa Gebrakan Berikutnya?
Saat ini, Cecil Yang berdiri di titik yang menarik. Ia telah berhasil membangun ekosistemnya sendiri, sebuah ruang di mana musik, visual, dan gaya hidup saling beririsan.
Ia bukan lagi sekadar bagian dari sebuah skena; ia mulai menjadi sosok yang mampu menggerakkan skena tersebut.
Setelah sukses berkolaborasi dengan nama-nama besar mulai dari Diskoria hingga Dipha Barus, serta brand raksasa seperti ASICS dan Somethinc, publik kini menanti: ke mana lagi arah angin kreativitas Cecil Yang akan berhembus?
Satu yang pasti, Cecil belum selesai mengejutkan kita.